MAR DEL PLATA - Angkatan Laut Argentina (ARA) pada Kamis 23 November mengonfirmasi bahwa ada ledakan ‘tunggal, abnormal, singkat, keras, dan non-nuklir’ di area di mana kapal selam ARA San Juan hilang pada 15 November dengan 44 awak di kapal tersebut.
Ledakan tersebut telah terdeteksi oleh Angkatan Laut Amerika Serikat (AS) dan sebuah organisasi pemantauan larangan uji coba nuklir internasional di Austria, yang memiliki jaringan stasiun seismik hidroakustik. Hal tersebut disampaikan oleh juru bicara ARA Enrique Balbi.
"Menurut laporan ini, ada sebuah ledakan ... Kami tidak tahu apa yang menyebabkan ledakan karakteristik ini di area tersebut pada tanggal tersebut (15 November)," kata Balbi, dilansir dari Xinhua, Jumat (24/11/2017).
BACA JUGA: Cadangan Oksigen Awak Kapal Selam Argentina yang Hilang Hanya Tersisa untuk 2 Hari
BACA JUGA: Terima Panggilan Satelit dari Perairan, AL Argentina: Itu Bukan dari Kapal Selam yang Hilang
Menurut ARA dan beberapa ahli, kapal selam hanya bisa menyediakan krunya pasokan oksigen selama 7-10 hari jika kondisinya baik. Kapten kapal selam itu sebelumnya melaporkan adanya kegagalan listrik sebelum hilang kontak.
Namun, Balbi mengatakan bahwa kerusakan tersebut tidak dapat dikaitkan dengan hilangnya kapal selam tersebut. Sebelumnya juga dilaporkan jika kapal selam bermasalah dengan peralatan listriknya.