VIDEO: Tewaskan 235 Orang, Begini Detik-Detik Mengerikan Serangan Bom Mesir yang Mematikan

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Sabtu 25 November 2017 10:51 WIB
Serangan bom Mesir. (Foto: Strait Times)
Share :

KAIRO - Terhitung sejak 2013 pasukan keamanan Mesir berjuang keras melawan kelompok militan yang kerap melakukan teror. Perjuangan ini menyebabkan ratusan petugas polisi dan tentara tewas dalam peperangan ini.

Kini Mesir kembali dilanda sebuah teror mengerikan yang diduga dilakukan oleh kelompok ekstremis. Serangan yang menargetkan Masjid Al Rawdah di Bir al-Abed, sebelah barat El Arish, Provinsi Sinai utara dinilai sebagai serangan paling mematikan sepanjang sejarah Mesir modern.

BACA JUGA: Korban Tewas Bom di Masjid Mesir Capai 235 Orang, Kemlu RI Sampaikan Dukacita

Serangan tersebut diperkirakan dilakukan oleh 40 orang yang datang ke lokasi dengan 4 unit kendaraan mobil 4WD. Mereka dengan sengaja mengepung bagian luar masjid ketika khotbah salat Jumat tengah berlangsung dan kemudian menembaki para jamaah.

Kepanikan masyarakat saat serangan tersebut terjadi terabadikan dalam rekaman video yang kemudian menjadi viral. Ratusan orang nampak panik dan berlomba dengan waktu untuk menyelamatkan mereka yang terluka. Beberapa jenazah tergelatak di lantai dan ditutupi dengan kain seadanya hingga sajadah.

Sumber: YouTube/Strait Times

"Empat kelompok orang-orang bersenjata menyerang para jamaah di dalam masjid tepat saat ibada salat Jumat. Bahkan 2 kelompok di antaranya sempat menembaki mobil-mobil ambulans yang mengangkut para korban," ujar seorang saksi bernama Mohamed sebagaimana dilansir dari Strait Times, Sabtu (25/11/2017).

Beberapa jam setelah serangan tersebut terjadi, militer Mesir dilaporkan melancarkan serangan udara di wilayah pegunungan sekitar Bir al-Abed yang diduga menjadi tempat persembunyian musuh. Hingga saat ini belum ada kelompok yang mengklaim sebagai dalang serangan.

BACA JUGA: Gedung Putih Desak Mesir Tindak Tegas Pelaku Serangan Bom di Masjid Sinai

Melakukan penyerangan terhadap masjid dinilai sebagai taktik dan strategi baru dari kelompok militan di Sinai yang biasanya menyerang tentara, polisi serta gereja-gereja Kristen. Presiden Mesir, Abdel Fattah el-Sisi telah mengutuk serangan ini serta menyatakan akan membalas para pelaku dan tak akan membiarkan mereka lepas dari hukuman.

"Apa yang terjadi adalah usaha untuk menghentikan upaya kita dalam memerangi terorisme. Serangan ini bertujuan untuk menghancurkan apa yang tersisa dari wilayah kita," terang Presiden el-Sisi.

Menyusul insiden ini, Pemeirntah Mesir memutuskan untuk menunda pembukaan perbatasan Rafah ke Gaza terkait masalah keamanan. Jalur penyeberangan itu akan dibuka 3 hari mendatang setelah masa berkabung di negeri piramid itu selesai.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya