OXFORD - Sebuah penghargaan dari Oxford, Inggris, untuk Pemimpin de facto Myanmar Aung San Suu Kyi akhirnya dicopot setelah ia dinyatakan tidak mampu menangani konflik Rohingya. Dewan Kota lewat sebuah surat menyatakan bahwa pihaknya mengambil langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya untuk mencabut penghargaan tertinggi di kota tersebut, Freedom of the City of Oxfor. Suu Kyi mendapatkan penghargaan tersebut pada 1997.
Sebelumnya beberapa waktu lalu, Musisi Bob Geldof mengembalikan penghargaan Freedom of the City of Dublin-nya, sebagai protes atas penanganan krisis Rohingya.
BACA JUGA: Bertemu Paus Fransiskus, Jenderal Myanmar Tekankan Tak Ada Diskriminasi Agama
"Ternyata dia (Suu Kyi) pembunuh dan saya tidak ingin berada dalam daftar yang sama seperti yang digambarkan PBB sebagai tindakan genosida," kata Geldof, dilansir dari CNN, Selasa (28/11/2017).
Hal tersebut untuk kesekian kalinya Suu Kyi mengalami pencopotan penghargaan setelah sebelumnya potret Suu Kyi dicopot dari di Universitas Oxford, tempat ia mengenyam pendidikan. Suu Kyi memang banyak dikritik di masyarakat internasional karena gagal menengahi dugaan pembersihan etnis Muslim Rohingya di Rakhine State.
BACA JUGA: Suu Kyi dan Menlu Bangladesh Berharap Dapat Cara Aman untuk Pulangkan Rohingya
Lebih dari 620.000 orang Rohingya telah melarikan diri ke Bangladesh sejak 25 Agustus, melintasi perbatasan dengan cerita tentang eksekusi, pemerkosaan, dan penyiksaan. Amerika Serikat, Inggris, dan PBB telah menyatakan bahwa pembersihan etnis telah terjadi. Militer Myanmar mengatakan bahwa pihaknya menargetkan teroris yang melakukan serangkaian serangan mematikan terhadap pasukan keamanan.
BACA JUGA: Di Tengah Kritik Negeri Barat, Suu Kyi Berencana Kunjungi China
Suu Kyi memimpin negara tersebut dalam kesepakatan pembagian kekuasaan dengan militer namun sayang dia memiliki sedikit kendali atas angkatan bersenjata negara tersebut. Namun, para pendukung hak asasi manusia internasional berharap Pemenang Nobel tersebut akan menggunakan wewenang moralnya untuk berbicara atas nama Rohingya.
Sekadar diketahui, Suu Kyi akan bertemu dengan Paus Fransiskus ibu kota Naypyidaw, di mana kemungkinan mereka berdua akan membahas isu Rohingya. Kunjungan Paus Fransiskus merupakan untuk kunjungan pertama dari seorang Paus ke Myanmar yang pernah dikenal sebagai Burma.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)