Dari ribuan keris dan benda tradisional yang dipamerkan sebagian besar memang tidak ada data spesifikasinya. “Kami tidak sempat memberikan data indentitas keris karena keterbatasan waktu. Ratusan keris baru dating beberapa jam sebelum pembukaan pameran,” kata Heri Fajar Nugroho.
Selain pameran, di lantai II disedikan bursa penjualan keris. Pembeli yang berminat bisa langsung melakukan transaksi dengan penjual. Harga keris yang ditawarkan mulai dari ratusan ribu sampai ratusan juta rupiah, tergantung tahun pembuatan benda tersebut.
“Keris Kiai Djangkung Mangkurat ini harganya mencapai Rp750 juta,” salah seorang penjual keris, R.B. Aulia.
Keris buatan zaman Majapahit tersebut, menurut dia, memiliki keistimewaan antara lain dapat menolak balak atau penyakit, tidak akan kekurangan rezeki, dan meningkatkan derajat. “Keris ini cocok untuk para pejabat yang luhur budinya,” jelas warga Cemani, Sukoharjo, yang membawa sembilan keris dan tiga tombak untuk ikut dijual di pameran itu.
(Rizka Diputra)