Terkait dengan kesalahpahaman berita tersebut, Sadegh mengatakan bahwa pihak Libya meminta tindakan praktis dan efektif antara negara asal, transit, tujuan, organisasi internasional, dan regional yang berkompeten agar permasalahan imigran yang berkepanjangan tersebut dapat diselesaikan.
Selain itu, Sadegh mengatakan bahwa Pemerintah Rekonsiliasi Nasional Libya menegaskan hubungan persaudaraan antara Libya dan orang-orang Afrika begitu mendalam dan terikat sejak zaman kuno dengan ikatan persahabatan dan takdir bersama.
Sadegh menambahkan, Libya juga meminta masyarakat internasional, terutama negara-negara Eropa dan organisasi yang relevan, untuk membantu pihak Libya dalam menanggung biaya pengelolaan tempat penampungan imigran. Namun pihak Libya berjanji akan tetap menanggung sebagian besar biaya tersebut.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)