JAMBI – Masyarakat Jambi digemparkan dengan operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kondisi Jambi yang semula adem ayem berubah geger setelah diketahui oknum anggota dewan dan pejabat Provinsi Jambi ikut terjaring dalam OTT KPK pada Selasa 28 November 2017.
Meski geger, OTT KPK terbilang senyap dan nyaris tak terdengar. Operasi senyap KPK ini diakui manager sebuah rumah makan cukup terkenal di bilangan Kebun Jeruk, Sipin, Telanaipura, Kota Jambi.
Manajer Rumah Makan (Restoran) Bebek Goreng Pak Endut, Feri, tidak mengira bila rumah makannya dijadikan tempat transaksi korupsi. Tidak itu saja, ia juga tidak mengira bila rumah makannya disatroni tim KPK.
"Saya tidak tahu bila yang datang sebelum terjadi OTT adalah orang KPK. Saat kejadian OTT KPK di parkiran rumah makan ini, baru tahu ada sejumlah anggota KPK. Saya dari KPK, sambil menunjukkan kartu identitasnya dari saku kantong baju depan," ucap Feri, Kamis (30/11/2017).
(Baca Juga: Kronologi Kasus Suap "Uang Ketok" Pengesahan RAPBD Jambi)
Mulanya, pada Selasa siang sekitar pukul 11.00 WIB Rumah Makan Bebek Goreng Pak Endut didatangi sejumlah pengunjung. Namun, mereka tidak pesan makan siang.
Tak berselang kemudian, datang dua pria yang satunya kurus berkacamata (Supriyono), yang lainnya putih sedikit gempal dan ada sedikit berewok (Geni Waseso).
"Kedua pengunjung ini pesan makan siang di pondok nomor 10," ungkapnya.
Dua jam kemudian, sekitar pukul 13.00 WIB, datang mobil Agya warna kuning masuk di parkiran depan rumah makan.
Pria yang menggunakan baju PNS dan berkepala plontos tersebut langsung disambut Supriyono dengan keluar dari pondok nomor 10.
(Baca Juga: KPK Datangkan Lagi 5 Orang yang Terciduk OTT Suap APBD Jambi)
Semua masih seperti biasa dan tidak ada yang mencurigakan. Suasana berubah ketika pria berbaju PNS yang diketahui Asisten III Syaifuddin membuka bagasi belakang mobil.
Masih menurut Feri, ketika Supriyono memindahkan sebuah sangkek warna hitam yang diduga berisi uang dari mobil kijang warna hitam, mendadak keluar dua pria dari warung depan.
"Apa ini," katanya sembari menerangkan. Sempat terjadi argumen kedua belah pihak. "Bapak siapa," ujar Feri menirukan pria berpakaian PNS
Tanpa membuat kegaduhan, dua orang tersebut mengaku dari KPK. "Saya dari KPK," kata Feri lagi menirukan perkataan kedua orang tersebut, sambil menunjukkan identitasnya.
Sedangkan, teman Supriyono, Geni yang sedang makan, ketika itu juga didekati dua pria yang duduk di pondok sebelahnya.
"Saya baru tahu kalau mereka adalah tim KPK. Ada tujuh oranglah, dua di antaranya wanita. Pokoknya senyap nian. Warga sekitar tidak ada yang tahu," tuturnya.