YOGYAKARTA - Kepala Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta Brigjen Ahmad Dofiri mengatakan, akses jalan di wilayah Bantul yang sempat ditutup karena terdampak longsor mulai dibuka pada hari ini setelah dilakukan pembersihan.
"Dari sebelumnya hanya bisa dilalui sepeda motor, hari ini mudah-mudahan ada laporan dari polres agar dibuka untuk jalan yang longsor-longsor," kata Kapolda, di sela meninjau lokasi pengungsian korban banjir, di Balai Desa Kebonagung, Kabupaten Bantul, Kamis (30/11/2017).
Kejadian tanah longsor akibat hujan deras karena dampak badai Siklon Tropis Cempaka pada Selasa 28 November lalu, menyebabkan sejumlah akses jalan tertutup longsoran. Salah satunya di wilayah Desa Sriharjo Imogiri hingga berakibat mengganggu mobilitas warga.
Kapolda mengatakan, pembersihan-pembersihan jalan terdampak longsor mulai dilakukan pada Kamis karena mempertimbangkan cuaca yang sudah tidak hujan, sebab sesuai prediksi BMKG badai yang berakibat cuaca ekstrem itu sudah menghilang.
"Kalau kemarin tidak memungkinkan karena cuaca, sebab kalau dibersihkan tiba-tiba turun hujan lebat khawatir longsor kena petugas yang membersihkan. Hari ini terang seperti ini maka kita lakukan pembersihan," katanya lagi.
Menurut Kapolda, berdasarkan keterangan dari pemerintah setempat di Desa Sriharjo Imogiri terdapat lima dusun sementara masih kesulitan akses akibat jalan tidak lancar dilalui kendaraan karena terkena longsor.
"Namun bukan terisolasi, hanya saja aksesnya masih tersendat, karena saya dapat laporan, sementara hanya bisa dilalui sepeda motor," katanya pula.