CIREBON - Penampakan angin puting beliung di perairan Cirebon dan menerjang dua lokasi yakni Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu; dan Desa Astanamukti, Kecamatan Pangenan, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, pada Rabu 29 November 2017 sempat menggegerkan warga sekitar. Angin ini pun sempat merusak sejumlah rumah warga dan papan reklame.
"Angin puting beliung terjadi sekira 15 menit dan terlihat jelas di langit perairan Cirebon," terang Forecaster BMKG Jatiwangi Kabupaten Majalengka, Ahmad Faa Izyin, Kamis (30/11/2017).
Ia menerangkan, angin puting beliung yang terjadi di Cirebon dan beberapa daerah lain merupakan dampak awan kumulonimbus yang biasa tumbuh selama periode musim hujan. Namun, pertumbuhan awan kumulonimbus juga bisa tidak menimbulkan angin puting beliung.
"Angin puting beliung tidak dapat diprediksi karena terjadi secara tiba-tiba dengan durasi 5–10 menit pada area skala sangat lokal. Di mana, pusaran puting beliung menyerupai belalai gajah," tuturnya.
Ia melanjutkan, angin puting beliung sering terjadi pada siang dan sore hari di musim hujan serta pancaroba. Penyebabnya, udara panas dan dingin bertemu sehingga saling bentrok dan terbentuklah angin puting beliung.
"Kalau angin puting beliung yang terjadi di perairan Cirebon air laut dan ikan-ikannya bisa tersedot," ungkapnya.
(Hantoro)