KOTA BATU - Menjelang penyelenggaraan Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Timur 2018, KPU Kota Batu memprediksi ada kenaikan jumlah pemilih dari Pilwali Kota Batu 2017. Jika di Pilwali 2017 jumlah pemilih mencapai 147.975 KPU memperkirakan bertambah menjadi sekitar 151.000 orang.
Komisioner KPU Kota Batu, Ashar Chilmi mengatakan, Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pilwali 2017 tak bisa dijadikan acuan DPT jelang Pilgub. Hal ini dikarenakan adanya perubahan jumlah penduduk baik yang meninggal dunia maupun bertambah umur.
“Kita akan terus lakukan pemutakhiran data secara berkelanjutan. Kan pasti ada data yang berubah," ujar Ashar, Sabtu (2/12/2017).
Ia menambahkan pendataan penduduk meliputi jumlah masyarakat yang terdaftar anggota Polri, jumlah siswa yang telah berusia 17 tahun atau memiliki e-KTP, dan kepindahan penduduk.
Di sisi lain, Kabid Pelayanan Pendaftaran Kependudukan Dispendukcapil Kota Batu, Kamim Utomo mengatakan, hingga saat ini ada sekitar 17 ribu warga yang belum melakukan perekaman e-KTP.
“Jumlah itu total mulai dari pemilih pemula, lalu KTP Batu tapi orangnya tidak ada, sekolah luar negeri, hingga status masyarakat yang belum jelas. Hingga saat ini perekaman e-KTP tetap kami layani,” ujar Kamim saat dihubungi.
Berdasarkan data kependudukan, jumlah penduduk di Kota Batu mencapai 221.000 jiwa. Nantinya pihak KPU Kota Batu akan melakukan update data kependudukan untuk DPT Pilgub 2018.
(Awaludin)