OKEZONE STORY: Keluarga Kurcaci yang Bertahan Hidup dari Horor di Kamp Auschwitz

, Jurnalis
Senin 04 Desember 2017 08:01 WIB
Keluarga Ovitz. (Foto: Vintage News)
Share :

SAAT Nazi menguasai Eropa, ancaman lebih besar mengintai kaum orang kerdil. Nyatanya, banyak di antara mereka yang biasa dipanggil kurcaci ini berhasil bertahan hidup dari kamp kematian.

Untuk diketahui dalam Aksi T4 yang digagas Nazi, lebih dari 300 ribu orang binasa. Aksi ini menargetkan para penyandang cacat, penderita gangguan mental, atau mereka yang memiliki gangguan pertumbuhan. Semua meregang nyawa di kamp konsentrasi.

BACA JUGA: Jeffrey Hudson, Kurcaci Penentang Perbudakan

Sebelum terjadi perang, di Rumania, tinggal satu keluarga kurcaci yang senang menari, bernyanyi, dan bermain instrumen mini. Keluarga Ovitz, yang punya nama panggung Liliput Troupe, kerap bepergian ke Hungaria, Rumania, dan Cekoslowakia untuk tampil menggunakan berbagai bahasa seperti Yahudi, Rusia, dan Jerman.

Pada 1940, terbit aturan rasial yang melarang orang Yahudi untuk menampilkan hiburannya. Keluarga Ovitz pun tak punya pilihan selain menyembunyikan status Yahudi-nya.

Cara itu rupanya bertahan cukup lama untuk mempertahankan 12 anggota Liliput Troupe. Hingga pada 12 Mei 1994, tujuh anggota yang merupakan kurcaci ditangkap dan mulai mengalami siksaan kamp Auschwitz.

Sementara mereka yang selamat adalah orang-orang berbadan normal meski sejak itu, hidupnya tak bertahan lama. Mereka menemui ajal di depan regu tembak Schutzstaffel (SS) milik Nazi.

Para Ovitez yang dikirim ke Auschwitz, mulai hidup dalam ketakutan karena harus dihukum mati akibat masalah pertumbuhan. Mereka tinggal menghitung hari untuk menemui ajalnya.

Salah satu anggota yang masih hidup, Perla Ovitz, bercerita saat itu mereka didorong ke dalam ruangan yang mereka kira penuh gas beracun. Ternyata eksekusi mereka terganggu oleh malaikat kematian Auschwitz sendiri, Dokter Josef Mengele.

Mengele memang senang "mengoleksi" orang-orang yang berbeda secara fisik. Dia menganggap mereka spesial karena keluarga Ovitz tidak semuanya kurcaci.

Penelitian keluarga Ovitz lebih ke genetika, karena Mengele memang senang bereksperimen dengan anak kembar dan orang kerdil. Karena ini juga, mereka menjadi aman dengan alasan penelitian.

Makanan yang lebih baik dan pakaian terjaga pun diterima mereka. Rambut keluarga Ovitz pun sengaja tidak digunting karena Mengele membutuhkannya untuk diteliti aspek pertumbuhannya.

Melihat peluang itu, narapidana kerdil lainnya mulai mengaku-ngaku saudara keluarga Ovitz. Mengele terpesona, rasa ingin tahunya semakin besar hingga menekan keinginan membunuhnya.

Karena selalu kekurangan "kelinci percobaan", Mengele merawat para kurcaci dengan sangat hati-hati. Namun bukan berarti keluarga Ovitz dan semua saudara palsunya terbebas dari perlakuan buruk.

Dokter di Auschwitz itu mengeluarkan sumsum tulang, gigi, dan sampel rambut untuk menemukan bukti bahwa kurcaci adalah penyakit bawaan. Mengele punya kebebasan itu karena sejalan dengan ideologi Nazi yang ingin eugenika (pemurnian ras) dengan menggunakan cara pseudosains (kepercayaan yang bertentangan dengan ilmiah).

Penelitian terbagi mulai dari ginekolog yang memeriksa para wanita dari keluarga itu. Sementara Mengele tertarik mengambil darah Shimshon Ovitz (berusia 18 bulan), yang lahir prematur dari orangtua normal. Para dokter memang kerap menarik darah bayi setiap hari lalu menyimpannya dan membiarkan bayi dalam kondisi sekarat.

Mengele pun sangat bahagia saat tahu dia punya 22 orang kerdil. Ia sampai berseru gembira, "Aku sudah bekerja selama 20 tahun!"

BACA JUGA: Meski Tubuhnya Kecil, Kakek Ini Dianggap Sebagai Pahlawan

Meski nasib Ovitz lebih baik daripada anggota narapidana lainnya, mereka secara pribadi menyaksikan dua orang bertubuh kecil terbunuh dan direbus hingga tulang mereka bisa dipamerkan di museum. Keseluruhan prosedur mengerikan itu tertangkap di film, tapi gulungannya tidak pernah ditemukan.

Adapun semua kisah itu terangkum karena penelitian ekstensif yang dilakukan oleh Yehuda Koren. Ia menuliskannya dalam buku berjudul Giants: The Dwarf of Auschwitz, yang membuat pembaca mengetahui kehidupan di kamp Auschwitz dan tentang keluarga Ovitz.

Buku ini juga berisi anekdot "kehidupan malam" yang mengerikan di kamp tempat keluarga Ovitz berada. Mereka kerap dipaksa menjadi Liliput Troupe demi menyenangkan perwira SS yang mendambakan hiburan.

Pada 27 Januari 1945, Kamp Auschwitz berhasil dibubarkan. Keluarga Ovitz pun berhasil bertahan dalam perang hingga terbebas dari sana. Begitu juga penyiksa sekaligus penyelamat yang tidak disengaja, Josef Mengele, berhasil melarikan diri, mungkin ke Amerika Selatan.

Adapun keluarga Ovitz asli beremigrasi ke Israel pada 1949, dan terus tampil dengan nama panggung kebanggaan mereka, Liliput Troupe. Anggota terakhir keluarga Ovitz yang menyaksikan kengerian Auschwitz, meninggal pada 2001. (Hotlas Mora Sinaga)

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya