“Golkar itu sudah menjadi Partai Golkar pasca-reformasi. Jadi, tentu Partai Golkar saat sekarang mengutamakan hal-hal yang terkait dengan sesudah reformasi dan Partai Golkar menjadi rujukan partai untuk menjalankan proses demokrasi tersebut,” jelas Airlangga.
Sementara itu, Ketua Gerakan Muda Partai Golkar (GMPG), Ahmad Doli Kurnia menilai, akan bertarungnya Titiek Soeharto sebagai ketua umum Golkar ini merupakan sebuah semangat untuk mendorong partai kembali jaya.
(Baca Juga: DPD II Golkar Kumpul di Sahid, Gerilya Jelang Munaslub?)
“Ya, saya kira setelah memang kan semua itu berkaitan dengan konteks mengembalikan kejayaan Partai Golkar. Kan kita tahu zaman Pak Harto dulu Golkar itu menjadi pemenang terus. Jadi, saya kira apa yang disampaikan oleh Bu Titiek dalam semangat kita semua itu, termasuk Mbak Titiek merasa terpanggil untuk mendorong supaya Golkar ini kembali jaya,” terang Doli.
(Arief Setyadi )