BRUSSELS – Kepala Urusan Politik Luar Negeri Uni Eropa (UE), Federica Mogherini mengatakan, blok berisi 28 negara itu berkomitmen penuh mendukung Yerusalem sebagai Ibu Kota baik bagi Israel maupun negara merdeka Palestina. Hal tersebut disampaikan saat menyambut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di markas besar UE, Brussels, Belgia.
BACA JUGA: Jalani Tur Eropa, PM Israel Hadapi Tekanan Terkait Polemik Yerusalem
Mantan Menteri Luar Negeri Italia itu menegaskan bahwa UE tidak akan mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel sebagaimana pemerintah Amerika Serikat (AS). UE memilih untuk melanjutkan konsensus internasional terkait status Yerusalem.
“Saya harus mengatakan bahwa PM Netanyahu menyadari, saya pikir, dari para menteri bahwa ada kesatuan penuh UE dalam hal ini, bahwa satu-satunya solusi realistis untuk konflik antara Israel dengan Palestina didasarkan pada dua negara dengan Yerusalem sebagai Ibu Kota baik Israel maupun Palestina,” ujar Federica Mogherini dalam pernyataan pers bersama, dinukil dari BBC, Selasa (12/12/2017).
“UE dan negara-negara anggota akan terus menghormati konsensus internasional Yerusalem hingga status final kota suci itu tercapai, lewat negosiasi langsung antara kedua belah pihak,” sambung perempuan berusia 44 tahun itu.
BACA JUGA: Pemerintah AS Resmi Umumkan Status Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel
BACA JUGA: Netanyahu: Palestina Harus Terima Kenyataan Yerusalem Ibu Kota Israel