Bayi Penderita Muntaber Meninggal Dunia Usai Ditolak Berobat di Puskesmas

Rizka Diputra, Jurnalis
Selasa 12 Desember 2017 09:22 WIB
(Foto: Facebook/@Yuni Rusmini)
Share :

BREBES - Seorang bayi berusia tujuh bulan di Brebes, Jawa Tengah meninggal dunia lantaran telat mendapat pertolongan atas penyakit muntaber yang dideritanya. Ironisnya, keterlambatan penanganan medis itu terjadi akibat petugas puskesmas menolak menerimanya dengan alasan berkas administrasi tidak lengkap.

Emiti (32), ibu korban hanya bisa meratapi kepergian buah hatinya sambil terus mengusap kedua pelupuk matanya. Air matanya tak terbendung hanya bisa tertegun di pusara putrinya bernama Icha Selfia. Bayi mungil warga Desa Sidamulya, Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah itu menghembuskan nafas terakhirnya pada Minggu 10 Desember 2017 lalu.

Kisah viral ini kemudian dibagikan oleh pemilik akun facebook @Yuni Rusmini. Berdasarkan keterangan Emiti, anak bungsunya itu sudah mulai merasakan sakit sejak Jumat 8 Desember 2017 malam. Anaknya saat itu mengalami gejala muntaber secara terus-menerus. Icha juga sempat dibawa ke tukang urut yang tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Derita itu belum berakhir, sang ibu harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer menuju puskesmas untuk mengobati anaknya. Perjalanan melelahkan itu dilakukannya sekira pukul 10.00 WIB. Malang nian, maksud hati membawa sang buah hati berobat, perlakuan tidak menyenangkan malah ia peroleh dari pihak puskesmas setempat.

Anaknya justru ditelantarkan begitu saja dengan dalih ketidaklengkapan administrasi. Alasan penolakan itu yakni karena ia tidak membawa Kartu Indonesia Sehat (KIS) atas nama anaknya yang wafat tersebut. Di mana dirinya hanya membawa kartu jaminan kesehatan atas namanya sendiri.

"Anak saya kan belum punya KIS karena masih bayi. Saya bawa KTP sama Jamkesmas punya saya," ucap Emiti.

Hampir setengah jam ia berdiri menanti tanpa kepastian hingga akhirnya ia memutuskan untuk pulang. Dirinya sempat mampir ke bidan di dekat rumahnya, namun apes karena yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat praktik.

"Akhirnya saya beli obat seadanya di warung. Saya juga kasih ASI bisa, mau minum dia. Tapi masih belum sembuh," lirihnya.

Hari penuh duka lara itu pun tiba. Hingga akhirnya pada Minggu 10 Desember 2017 sekira pukul 10.00 WIB Icha dipanggil menghadap sang khalik untuk selama-lamanya. Nyawa bayi malang itu gagal terselamatkan akibat lambatnya penanganan medis.

Di lain pihak, Kepala Dinas Kesehatan Brebes, Sri Gunadi Parwoko, mengklaim telah menerima laporan soal kasus Emiti dan bayinya itu. Dirinya berjanji segera mengambil tindakan tegas terhadap oknum petugas puskesmas yang telah sangat tega menelantarkan pasien hingga meregang nyawa. Kepala Puskesmas Sidamulya pun dipanggil untuk diklarifikasi sekaligus bertanggung jawab atas apa yang telah terjadi.

"Saat ini masih kita lakukan klarifikasi. Hasilnya nanti kita sampaikan," tegas Sri.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya