Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Israel Tolak Rencana Trump Terkait Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza

Rahman Asmardika , Jurnalis-Rabu, 05 Agustus 2026 |00:05 WIB
Israel Tolak Rencana Trump Terkait Gencatan Senjata dan Penarikan Pasukan dari Gaza
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
A
A
A

TEL AVIV - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan kepada Dewan Perdamaian (Board of Peace) bahwa ia menolak gencatan senjata atau penarikan pasukan dari Jalur Gaza berdasarkan rencana Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Harian Israel Hayom pada Senin (3/8/2026), mengutip sumber-sumber Israel yang tidak disebutkan namanya, mengatakan bahwa Netanyahu menyampaikan penolakannya kepada utusan utama dewan untuk Gaza, Nickolay Mladenov, selama pertemuan mereka pada Senin.

“Israel tidak akan menarik diri dari posisi yang dikuasainya di Gaza, dan tidak akan melakukan gencatan senjata,” kata Netanyahu kepada Mladenov seperti yang dikutip oleh surat kabar tersebut.

“Hamas terus membangun kembali kemampuan militernya dan menimbulkan ancaman langsung bagi tentara Israel dan masyarakat di sekitar Gaza,” klaimnya.

Harian tersebut mengatakan bahwa Dewan Keamanan Nasional Israel sebelumnya telah menyampaikan semua keberatan Netanyahu mengenai syarat-syarat peta jalan gencatan senjata Gaza kepada Dewan Perdamaian dan tim Presiden AS Donald Trump.

Pada Jumat (31/7/2026), Dewan Perdamaian merilis draf perjanjian yang menguraikan prinsip-prinsip dan mekanisme implementasi untuk fase selanjutnya dari rencana Gaza Trump, termasuk pengaturan keamanan, administrasi, dan transisi di wilayah tersebut, serta usulan jalur politik.

Sementara itu, lembaga penyiaran publik Israel, KAN, mengatakan bahwa militer Israel telah menetapkan tiga garis merah terkait kerangka kerja 15 poin tersebut.

Menurut media tersebut, para pejabat militer senior Israel diharapkan akan menyampaikan tuntutan ini selama diskusi yang akan diadakan pada Rabu (5/8/2026) dengan Kepala Staf Eyal Zamir.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement