Advertisement
Advertisement
Advertisement
INFOGRAFIS INDEKS
Advertisement

Adidas Hadapi Boikot Gara-Gara Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Single-Shoe

Rahman Asmardika , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |06:05 WIB
Adidas Hadapi Boikot Gara-Gara Tampilkan Mantan Tentara Israel di Kampanye Single-Shoe
Ilustrasi. (Foto: Unsplash)
A
A
A

DUBAI – Perusahaan raksasa perlengkapan olahraga Adidas menyampaikan permohonan maaf setelah kampanye iklan yang menampilkan mantan tentara Israel—yang kehilangan satu kakinya saat bertugas di militer—memicu kritik luas serta seruan boikot.

Sebagaimana diwartakan Khaleej Times, kontroversi ini berpusat pada Shalev Biton, seorang pelari penyandang disabilitas amputasi yang tampil dalam kampanye di Israel untuk mempromosikan layanan Single Shoe (Sepatu Satuan) milik perusahaan tersebut. Inisiatif ini memungkinkan orang yang hanya membutuhkan satu sepatu—termasuk penyandang disabilitas amputasi dan mereka yang memiliki perbedaan kondisi fisik pada anggota tubuh—untuk membeli satu sepatu saja, alih-alih harus membeli sepasang.

Biton kehilangan kaki kirinya setelah terluka akibat rudal antitank saat bertugas di militer Israel di dekat Gaza selama konflik tahun 2021. Ia dilaporkan merupakan salah satu dari 11 atlet penyandang disabilitas yang ditampilkan dalam kampanye lokal tersebut.

Iklan itu menuai kritik tajam dari para aktivis pro-Palestina, yang mempertanyakan keputusan Adidas untuk menampilkan mantan tentara Israel dalam kampanye yang berfokus pada penyandang amputasi, di tengah tingginya jumlah warga Palestina yang kehilangan anggota tubuh akibat perang di Gaza.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), lebih dari 5.000 orang di Gaza telah menjalani amputasi, sehingga memicu lonjakan kebutuhan akan bedah khusus, alat prostetik, dan rehabilitasi jangka panjang.

Dalam laporan bulan Mei 2026, organisasi tersebut menyatakan bahwa kurang dari 25 persen dari 2.300 penyandang disabilitas amputasi yang dievaluasi antara September 2024 dan Mei 2026 telah mendapatkan kaki atau tangan palsu (prostesis).

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita news lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement