"Pekan ini kami akan mengirim 350 pengungsi keluar Libya, hingga akhir Januari kami akan mengirim keluar sedikitnya 1.000 pengungsi," kata dia kepada Reuters dalam sebuah wawancara.
"Pada 2018 kami berencana mengirim keluar Libya antara 5.000 hingga 10 ribu pengungsi. Kami berikan prioritas kepada kaum wanita, anak-anak, orang tua, penyandang cacat, orang-orang yang sakit serius." Menurut dia, seluruhnya 44.306 orang telah terdaftar sebagai pengungsi dan pencari suaka di Libya.
Para pejabat Libya membantah pihaknya melakukan penyalahgunaan dan mengatakan mereka terkejut dengan kedatangan para migran dalam jumlah besar di tengah dana yang tersedia sedikit untuk memberi akomodasi karena keuangan terbatas akibat kehilangan pemasukan dari minyak.
Isu pemulangan tersebut telah mendapat perhatian besar di luar negeri sejak CNN melaporkan sebuah video yang menunjukkan apa yang dikatakannya merupakan lelang para pria kepada para pembeli Libya untuk bekerja di ladang dan dijual seharga USD400.
(Rifa Nadia Nurfuadah)