"Malaysia menyambut baik inisiatif oleh Turki untuk meminta Sidang Khusus Darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) untuk membahas masalah ini dengan maksud untuk mengajukan resolusi serupa," tuturnya.
Malaysia, ujar dia, menegaskan kembali dukungannya yang tidak tergoyahkan terhadap perjuangan Palestina dan usaha terus menuju pembentukan sebuah negara Palestina yang merdeka dan berdaulat berdasarkan perbatasan sebelum 1967 dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.
Pada kesempatan terpisah Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Dr Ahmad Zahid Hamidi menyerukan kepada warga Malaysia, partai politik dan LSM supaya mengabaikan perbedaan dengan melakukan aksi solidaritas mempertahankan Baitulmuqaddis di Masjid Putra, Putrajaya, Jumat (22/12) ini.
Zahid mengatakan aksi solidaritas tersebut sebagai perwujudan dukungan rakyat Malaysia untuk menyosialisasikan keamanan dan memperjuangkan Baitulmuqaddis.
"Kita tidak hubungan diplomatik dengan Israel, tetapi kita menghormati hubungan dengan Amerika Serikat. Namun, apabila hak kota suci umat Islam diceroboh dengan hasrat untuk melenyapkan kota suci Islam, Kristen dan agama Yahudi Orthodox artinya Israel mencoba memadamkan sejarah," tuturnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)