Arab Saudi Sulit Jadi Mediator Konflik Israel-Palestina

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Rabu 20 Desember 2017 22:51 WIB
Dubes Mesir Ahmed Amr Ahmed Manned (kiri) dan Dubes Arab Saudi Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi (kanan). (Foto: Okezone/Wikanto Arungbudoyo)
Share :

JAKARTA - Keputusan pemerintah Amerika Serikat (AS) untuk mengakui Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel membuat Negeri Paman Sam tidak lagi pantas disebut sebagai mediator konflik Israel-Palestina. Duta Besar Palestina untuk Indonesia Terpilih Zuhair al Shun mengatakan, negaranya saat ini mencari pihak ketiga sebagai mediator setelah AS dinilai tidak pantas.

Salah satu negara yang digadang-gadang bisa menjadi mediator adalah Arab Saudi. Sebab, Negara Kerajaan itu memiliki pengaruh kuat di Timur Tengah. Akan tetapi, Duta Besar Arab Saudi untuk Indonesia Osama bin Mohammed Abdullah al Shuabi menyatakan hal tersebut mustahil terjadi.

BACA JUGA: PM Israel Berterima Kasih Atas Veto AS Soal Resolusi Yerusalem

"Tentu akan sangat menyenangkan jika Arab Saudi mengambil posisi dan peran tersebut. Akan tetapi sangat tidak mungkin, semua orang tahu Arab Saudi selalu ada di pihak Palestina," ujar Osama kepada awak media di Kediaman Duta Besar Arab Saudi di Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (20/12/2017).

"Arab Saudi tidak punya hubungan dengan Israel dalam bentuk diplomatik atau politik. Tidak mungkin kami jadi penengah," sambungnya.

BACA JUGA: Dunia Tolak Yerusalem Ibu Kota Israel, PBB Keluarkan Resolusi Sejak 1947

Ia juga menjawab rumor yang beredar di mana Arab Saudi dilaporkan menawarkan Kota Abu Dis sebagai Ibu Kota Palestina pengganti Yerusalem Timur. Tawaran itu disampaikan Putra Mahkota Pangeran Mohammed bin Salman bin Abdulaziz al Saud saat Presiden Otoritas Palestina (PLO) Mahmoud Abbas berkunjung ke Riyadh beberapa waktu lalu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya