"Mengenai rumor itu semuanya memiliki sikap yang sama. Yerusalem adalah Ibu Kota Palestina," jawab Osama singkat.
BACA JUGA: AS Ancam Catat Nama Anggota PBB Pendukung Resolusi Yerusalem
Sebagaimana diberitakan, pemerintah AS melalui Presiden Donald Trump mengumumkan pengakuan bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel pada 6 Desember. Pengakuan itu diikuti perintah pemindahan Kedutaan Besar AS dari Tel Aviv ke Yerusalem.
Sejumlah negara menolak pengakuan Washington tersebut. Mereka menilai, klaim AS itu sangat sepihak dan condong ke Israel tanpa memandang hak-hak dasar warga Palestina. Sebab, status final Yerusalem harusnya diputuskan bersama oleh Israel dan Palestina lewat perundingan damai. Saat ini, Kota Suci itu berada dalam status legal dan politik khusus di bawah pengawasan Yordania sesuai mandat PBB.
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)