“Keluarga saya menjuluki saya kutukan. Mereka bersikap sangat buruk terhadap saya. Mereka bahkan mengejek saya karena melahirkan bayi yang cacat,” ujar sang ibu.
Dokter Syaraf, dr. Lal Rehman mengatakan kondisi Asiya tidak menyebabkan masalah pernapasan pada anak berusia 15 bulan itu. Meski begitu jika tidak mendapatkan perawatan segera tumor itu akan semakin besar.
Kedua orangtua Asiya berharap mendapatkan bantuan dari pemerintah setempat untuk mengoperasi tumor di wajah anaknya.
“Kami hanya ingin anak kami dapat hidup dengan sehat seperti anak-anak lainnya dan mendapatkan masa depan yang baik. Operasi adalah satu-satunya jalan untuk mewujudkannya,” ujar Fatan penuh harap. (Griska Laras Widanti/Magang)
(pai)
(Rifa Nadia Nurfuadah)