Depresi, Vincent van Gogh Potong Telinganya Sendiri hingga Jadi Lukisan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Sabtu 23 Desember 2017 08:00 WIB
Vlada Dzyuba. (Foto: Shanghaiist)
Share :

Gauguin datang untuk tinggal bersamanya di Arles dan keduanya mulai bekera sama selama hampir dua bulan. Namun, ketegangan tercipta di antara kedua pelukis itu. Puncaknya, pada 23 Desember 1888, Vincent yang terkena penyakit demensia, mengancam Gauguin dengan sebilah pisau.

Tak ingin menyakiti kawannya, Vincent van Gogh kemudian memotong salah satu daun telinganya. Ia membungkus telinga itu dan diberikan kepada seorang pelacur di rumah bordil terdekat. Vincent pun terpaksa dirawat di sebuah rumah sakit sebelum akhirnya menjalani pemulihan kejiwaan di Saint-Remy selama satu tahun.

Insiden pemotongan telinga itu diabadikan oleh van Gogh di atas kanvas. Ia berhasil menciptakan lukisan berjudul ‘Self-Portrait with Bandaged Ear’ dari kejadian tragis itu.

Selama berada di Saint-Remy, pikiran van Gogh bercampur aduk antara periode kegilaan dan kreatif yang tinggi. Di masa itu, ia berhasil menciptakan lukisan terbaik dan paling terkenal di antara karya-karya lain, termasuk lukisan berjudul ‘Starry Night dan ‘Irises’.

Sayangnya, depresi tetap tidak bisa pergi dari Vincent van Gogh. Setelah keluar dari Saint-Remy, Vincent memutuskan pindah ke Auvers-sur-Oise, dekat Paris, pada Mei 1890. Meski sudah pindah, kesepian dan depresi tetap hinggap dalam hidupnya. Vincent van Gogh akhirnya bunuh diri pada 27 Juli 1890 dengan sepucuk pistol. Ia meninggal dua hari kemudian di usia 37 tahun.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Lihat Semua
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya