Menurut keluarga, Intelijen Militer bertanggung jawab atas hidup Al Dayya. Mereka mengklaim, Al Dayya memulai aksi mogok makan untuk "menentang kebijakan yang tidak adil terhadapnya". Keluarga juga meminta Presiden Mahmoud Abbas dan semua pihak untuk segera membebaskan Al Dayya.
Selama berpuluh-puluh tahun, Al Dayya bertugas sebagai pengawal khusus bagi almahum Mantan Presiden Yasser Arafat. Pemimpin Organisasi Palestina Merdeka (PLO) itu bahkan menganggap Al Dayya sebagai anaknya.
Al Dayya menemani Arafat ke mana saja ia pergi. Hal ini dibuktikan dengan berbagai foto Arafat yang selalu memperlihatkan Al Dayya di dekatnya.
Arafat sendiri menunjuk Al Dayya sebagai pengawal pribadi setelah kematian ayahnya, Yusuf al-Dayya. Yusuf merupakan pengawal Arafat sebelum terbunuh dalam serangan bom di rumah Abu Ammar di Tunis, Hammam al-Shat.
Kala itu, Mohamed al-Dayya masih menempuh studi di Jerman. Ia lalu pulang ke Palestina saat mendengar ayahnya wafat. Abu Ammar, julukan Arafat, menunjuk Al Dayya sebagai pengawal pribadi untuk menggantikan ayahnya.
(Rifa Nadia Nurfuadah)