Kisah Tentang Unta Pertama di Amerika Serikat

Hotlas Mora Sinaga, Jurnalis
Kamis 28 Desember 2017 08:01 WIB
Ilustrasi.
Share :

Adapun saat itu, unta-unta bertugas mengangkat beban hingga 900 pound (408 kilogram). Hewan gurun itu biasa melakukan perjalanan sampai 40 mil (16 kilometer) selama berhari-hari.

"Mereka akan pergi tanpa air dan dengan sedikit makanan selama enam atau delapan hari, atau bisa lebih lama lagi. Kaki mereka pun cocok untuk melintasi dataran berumput, berpasir, bukit-bukit, hingga jalan berbatu yang kasar. Mereka pun tidak memerlukan sepatu," katanya.

Namun ada satu masalah kecil untuk mewujudkan wacana itu, yakni unta tidak ada di Benua Amerika. Karena itu, Mayor Henry C Wayne, bersama penggemar unta lainnya melakukan perjalanan ke Timur Tengah. Mereka pergi ke Malta, Yunani, Turki, dan Mesir, dan berhasil mendapatkan 33 ekor unta seharga USD250 (Rp3,3 juta).

Unta-unta itu pun diangkut ke kapal-kapal Angkatan Laut AS yang dinamai USS Supply, untuk perjalanan ke Texas. Perjalanan itu menghabiskan waktu tiga bulan lamanya akibat cuaca yang mengerikan dan angin kencang.

Meski begitu, sebagian unta besar tetap terlihat sehat dan tidak mengalami luka-luka setelah sampai di lokasi. Hewan-hewan berpunuk itu perlu beberapa minggu untuk menyesuaikan diri. Karena itu, Wayne membawa mereka ke pedalaman ke Camp Verde, dekat San Antonio, Texas, tempat dia mendirikan sebuah kafilah. Enam bulan kemudian, satu rombongan unta lain tiba sehingga totalnya mencapai 70 ekor.

Beberapa bulan berlalu, Wayne telah melatih tentara dan warga sipil untuk menunggangi unta, merawat unta, hingga mengenakan pelana pada unta. Meski unta terkenal jinak, mereka tetap melakukannya dengan hati-hati. Mereka takut diludahi gumpalan besar air liur, digigit, hingga diinjak-injak. Bau busuk unta juga sangat tidak nyaman bagi mereka.

Pada 1857, Wayne mengirimkan unta-unta itu ke District of Columbia (DC). Di sana, Kogres telah mengontrak Letnan Edward F Beale untuk menyurvei rute Fort Defiance, New Mexico, ke California timur dengan menggunakan 25 ekor unta.

Awalnya Beale memprotes keputusan tersebut. Namun pada minggu kedua ekspedisi, unta-unta itu membuatnya kagum karena bisa mengangkut 700 pon (317 kilogram) dan melintasi medan berpasir yang ditolak kuda biasa.

Unta-unta hanya makan semak belukar dan kaktus berduri sepanjang perjalanan dan bisa bertahan delapan sampai sepuluh hari tanpa air. Para unta sama sekali tidak terganggu cuaca kering dan dinginnya malam hari.

Karena itu juga, ketika ekspedisi sempat kehilangan arah dan kekurangan air, para unta mampu bertahan dan menemukan sebuah sungai. Secara harfiah, para unta telah menyelamatkan nyawa mereka. Hingga tibanya mereka di California, mereka telah menempuh 1.200 mil (1.931 kilometer) dalam empat bulan.

"Pastinya tidak ada yang begitu sabar dan mau bertahan lama seperti hewan mulia ini. Mereka mau mengangkat jagung berat yang tidak pernah mereka cicipi. Mau menerima makanan yang ditawarkan tanpa keluhan, dan selalu menggerek gerobak. Sampai saat ini, tidak ada orang di kamp yang tidak senang dengan mereka," tulis Beale, menurut Yayasan Sejarah Angkatan Darat Amerika Serikat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya