JALUR GAZA – Pemimpin gerakan Islam Hamas, Ismail Haniyeh, meminta pihak-pihak terkait agar membentuk strategi untuk menggagalkan klaim Amerika Serikat dan Israel di Yerusalem. Strategi itu, kata Haniyeh, harus mempersatukan Palestina, Arab, dan Islam dalam sebuah program untuk menghadapi keputusan terkait Yerusalem.
Dilaporkan oleh Xinhua, Rabu (3/1/2018), Haniyeh juga meminta negara-negara lain di wilayah Timur Tengah pendukung Palestina dan penentang klaim Amerika Serikat yang menyebut Yerusalem sebagai ibu kota Israel, untuk bergabung dengan mereka dalam strategi terpadu.
"Strategi ini membutuhkan kita untuk bergerak dalam dua jalur, yaitu untuk menyatakan kematian apa yang disebut proses perdamaian dan yang lainnya adalah mengakhiri semua jenis normalisasi dengan Zionis," kata pemimpin Hamas tersebut.
BACA JUGA: Israel Persulit Syarat Penyerahan Yerusalem ke Palestina
Haniyeh juga mengatakan bahwa baik Presiden Amerika Serikat Donald Trump maupun partai yang berkuasa di Israel ‘tidak dapat mengubah identitas atau ciri-ciri Yerusalem, yang selalu memiliki citra dan identitas Palestina, Arab, dan Islam’.