DUA dekade terakhir, Anda tidak perlu repot menukarkan uang jika harus bepergian ke beberapa negara berbeda di Benua Eropa. Sebab, sejak 4 Januari 1999, berlaku mata uang Euro menggantikan mata uang-mata uang lokal di negara-negara Eropa.
Untuk pertama kalinya sejak Eropa dikuasai Raja Charlemagne atau Raja Charles I di abad ke-9, Eropa bersatu dengan mata uang yang sama. Sebelas negara yang tergabung di Uni Eropa (Austria, Belgia, Finlandia, Prancis, Jerman, Irlandia, Italia, Luksemburg, Belanda, Portugal, dan Spanyol) meluncurkan mata uang baru tersebut dengan harapan meningkatkan integrasi serta pertumbuhan ekonomi.
Dilansir dari History, Kamis (4/1/2018), uang tunai Euro dihiasi dengan gambar-gambar arsitektur sebagai simbol persatuan Eropa. Meski diluncurkan pada 1999, mata uang tersebut baru resmi beredar di pasaran pada 1 Januari 2002.
Mata uang baru itu resmi menggantikan peredaran schilling Austria, franc Belgia, marrka Finlandia, franc Prancis, mark Jerman, lira Italia, punt Irlandia, franc Luksemburg, gulden Belanda, escudo Portugal, dan peseta Spanyol. Euro juga diadopsi oleh beberapa wilayah serta negara-negara yang tidak tergabung secara resmi di Uni Eropa, termasuk Monako dan Vatikan.
Akan tetapi, penggantian mata uang ke Euro tidak berjalan mulus. Meski pada praktiknya mempermudah bisnis serta perjalanan ke seluruh Eropa, muncul kekhawatiran proses penggantian akan menimbulkan kekacauan, mendorong penggelapan, serta memicu inflasi.