Kisah Tragis Iqbal, Remaja Anti-Perbudakan di Pakistan yang Tewas Ditembak

Putri Ainur Islam, Jurnalis
Selasa 16 Januari 2018 08:05 WIB
Iqbal Masih. (Foto: The Famous People)
Share :

TIDAK terbayang orangtua mana tega menjual darah dagingnya yang masih teramat belia. Namun hal tersebut bukanlah suatu hal tak terbayangkan bagi seorang anak asal Pakistan bernama Iqbal Masih. Iqbal benar-benar merasakan rasanya “dijual” oleh orangtuanya sendiri di kala ia masih berusia empat tahun. Ia dijual ke sebuah perusahaan untuk menjadi penenun karpet.

Untuk menjaga Iqbal dan anak-anak lainnya tidak kabur, sang pemilik perusahaan selalu mengikat mereka ke mana pun mereka pergi. Iqbal juga diperlakukan seperti orang dewasa dan harus bekerja 14 jam sehari selama enam hari dalam seminggu. Seperti tak punya harapan, Iqbal pun terus bekerja hingga ia berusia 10 tahun.

Pada usia itulah asa kebebasan Iqbal terlihat. Pengadilan Pakistan menyatakan bahwa perdagangan anak adalah hal yang ilegal. Tak berpengaruh dengan peraturan tersebut, Iqbal tetap dipekerjakan layaknya budak dan mendapatkan bayaran yang sangat murah. Iqbal pun mantap untuk melarikan diri dari perdagangan manusia dan perbudakan tersebut.

Keberanian Iqbal mendorongnya untuk mengambil risiko yang mengancam nyawanya jika dia gagal. Tekadnya kuat, Iqbal mengambil langkah berani dan merencanakan sebuah pelarian. Ia lalu mengajak beberapa anak lain bersamanya dan mereka semua melarikan diri langsung menuju kantor polisi. Namun sayang, pelarian Iqbal bak keluar dari kandang singa masuk ke kandang buaya. Pihak kepolisian justru mengembalikan Iqbal dan teman-temannya ke majikannya untuk mendapatkan uang sebagai hadiah.

Akibat usahanya untuk melarikan diri, sang majikan pun menghukumnya dengan kejam. Majikannya sengaja membuat Iqbal kelaparan ekstrem dan memukulinya terus-menerus. Namun penyiksaan tersebut tidak membuatnya kapok. Di usianya yang ke-12, Iqbal kembali mencoba kabur, kali ini menuju Brick Layer Union. Di sana, Iqbal menghubungi seorang aktivis bernama Ehsaan Ullah Khan, yang membantu membebaskannya dan beberapa anak dari Arshad, pemilik bisnis karpet tempat Iqbal bekerja.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya