Gunung Mayon di Filipina Erupsi, 12 Ribu Orang Diminta Mengungsi

Rufki Ade Vinanda, Jurnalis
Selasa 16 Januari 2018 02:08 WIB
Gunung Mayon di Filipina erupsi. (Foto: Reuters)
Share :

MANILA - Gunung Mayon di Provinsi Albay Tengah diprediksi akan meletus dalam beberapa hari mendatang. Menyusul peringatan bencana tersebut, Otoritas Filipina, lebih dari 12 ribu orang diperintahkan untuk mengungsi atau meninggalkan zona berbahaya dengan radius tujuh kilometer (km).

Sebelumnya, Kepala Ahli Vulkanologi Filipina menyebut, Phivolcs Renato Solidum bahwa letusan Gunung Mayon sangat mungkin membawa dampak berbahaya berupa asap beracun dan banjir aliran lahar. Atas kemungkinan tersebutlah pihak berwenang segela mengeluarkan pengumuman agar warga segera mengungsi.

BACA JUGA: Filipina Tingkatkan Status Gunung Mayon, Warga Dievakuasi

"Sangat berbahaya bagi warga untuk tetap tinggal di radius berbahaya dan sangat bahaya jika abu terhirup," ujar Kepala Kantor Pertahanan Sipil wilayah setempat, Claudio Yucot sebagaimana dikutip dari The Star, Selasa (16/1/2018).

Sebagaimana diketahui gunung yang terletak sekira 330 km dari Manila itu dalam beberapa waktu terakhir memuntahkan abu, lumpur, dan batu.

Aliran lahar terakhir kali mengalir dari Gunung Mayon adalah pada 2014 ketija sekira 63 ribu orang melarikan diri dari rumah mereka.

"Kami pikir lahar sekarang lebih cair dari pada 2014. Ini berarti alirannya bisa mencapai lebih jauh ke bawah (lereng) pada tingkat yang lebih cepat," terang Phivolcs Renato Solidum.

BACA JUGA: Gunung Mayon di Filipina Akan Timbulkan Letusan Bahaya dalam Beberapa Hari

Sebagaimana diberitakan, Phivolcs menaikkan status waspada Gunung Mayon menjadi tingkat 3 pada Minggu 14 Januari setelah mendeteksi terdapat aliran lahar. Solidum mengatakan bahwa menaikkan kewaspadaan ke level 4, di mana zona bahaya akan diperluas dan letusan berbahaya dapat terjadi dalam beberapa hari, bergantung pada aktivitas Gunung Mayon dalam beberapa jam ke depan.

Dampak Letusan Gunung Mayon yang paling parah terjadi pada Februari 1841, ketika banjir lahar mengubur sebuah kota dan menewaskan 1.200 orang.

(Rufki Ade Vinanda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya