Setelah kejadian itu korban langsung diantar kembali ke sekolahnya sekitar pukul 13.00 WIB. Hal tersebut baru diketahui ketika orangtua korban curiga melihat seragam sekolah anaknya acak-acakan. Korban akhirnya menceritakan peristiwa yang baru saja dialaminya bersama kawan barunya itu kepada orangtuanya.
“Korban itu tidak mengetahui jika yang dilakukan temannya itu dilarang, ia baru tahu setelah orangtuanya bertanya langsung kepada anaknya ,” ujarnya.
Pihaknya juga mengaku masih mendalami kasus dengan meminta keterangan sejumlah saksi. Termasuk melakukan oleh TKP di kamar losmen tempat peristiwa terjadi.
(Rizka Diputra)