JAKARTA - Simpatisan Ustadz Zulfikli Muhammad Ali alias Uzma ikut turun ke lapangan untuk mengawal proses pemeriksaan di Bareskrim Polri, Jakarta Pusat. Ratusan ratusan personel gabungan pun dikerahkan untuk mengawal aksi solidaritas itu.
"Kita terunkan 1 kompi peronel gabungan dari Polda, Polres, Polsek," kata Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Roma Hutajulu di Bareskrim Siber, Kamis (18/1/2018).
Roma mengatakan, pihaknya juga telah mengalihkan arus lalu lintas kendaraan di sekitar wilayah Siber Bareskrim Polri. "Karena ini jalan kecil, kita telah mengalihkan arus, ada disitu (Jalan Raya Jatibaru), dan disitu (Jalan Jatibaru 1)," ucap Roma.
(Baca Juga: Ustadz Zulkifli Penuhi Panggilan Bareskrim Polri)
Mantan Kasubdit IV Dittipidum Bareskrim Polri itu berharap, massa pendukung Ustadz Zulkifli bisa tertib dan menjaga keamanan saat menyampaikan aspirasi di depan Bareskrim Polri.
"Kita berharap massa dapat menjaga ketertiban, sama-sama menjaga keamanan," ungkap Roma.
Sebelumnya, Kanit III Subdit II Bagian Penindakan Siber Bareskrim Polri AKBP Irwansyah mengatakan, penetapan tersangka Zulkifli Muhammad tertuang dalam Laporan Polisi Nomor LP/1240/XI/2017/Bareskrim tanggal 21 November 2017 dan Surat Perintah Penyidikan Nomor SP.Sidik/73/1/2018/Dittipidsiber tanggal 3 Januari 2018.
(Baca Juga: Polri Periksa Sejumlah Saksi Sebelum Tetapkan Tersangka Ustadz Zulkifli)
Zulkifli dilaporkan seseorang lantaran diduga telah melakukan ujaran kebencian bernuansa SARA dan memprovokasi. Hal itu ia lakukan saat memberikan ceramah di salah satu masjid kawasan Jakarta. Kemudian video ceramahnya itu sempat menjadi viral di media sosial.
Dalam ceramahnya, Zulkifli diduga mengatakan bahwa kaum Muslimin akan dibuang ke laut dan bakal disembelih oleh kaum komunis, China, Syiah, dan liberal.
(Arief Setyadi )