Relawan Tionghoa Deklarasikan Dukungan ke Edy-Ijeck di Pilgub Sumut 2018

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis
Jum'at 02 Februari 2018 04:33 WIB
Share :

MEDAN – Ratusan warga etnis Tionghoa Sumatera Utara, yang tergabung dalam relawan Hati Emas Sumatera Utara, mendeklarasikan dukungannya kepada pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (Eramas) yang akan bertarung sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Sumut 2018 mendatang.

Pendeklarasian dukungan tersebut dilaksanakan di Restoran Istana Koki, Jalan Cik Ditiro, Kota Medan, Kamis (1/2/2018) malam.

Hadir dalam pendeklarasian tersebut, bakal calon wakil gubernur Sumut, Musa Rajekshah (Ijeck); Ketua DPW Partai Perindo Sumatera Utara, Rudi Zulham Hasibuan, Ketua Hati Emas Sumatera Utara, Goh Kiat Tie, serta sejumlah tokoh lintas partai dan kelompok masyarakat di Sumut lainnya.

Ketua Hati Emas Sumut, Goh Kiat Tie mengatakan, mereka mendukung pasangan Edy-Ijeck karena menilai pasangan tersebut sebagai pasangan yang paling mampu mewujudkan Sumatera Utara yang lebih baik ke depannya.

Dengan pengalaman dan prestasi Edy Rahmayadi di TNI, serta Ijek yang dikenal sebagai pengusaha sukses asli asal Sumatera Utara, keduanya akan mampu mewujudkan Sumatera Utara yang lebih bermartabat.

“Kita sangat yakin dengan kedua sosok ini. Mereka akan mampu mewujudkan Sumatera Utara yang bermartabat,” kata Goh Kiat Tie usai pendeklarasian.

Goh Kiat juga menyebutkan, mereka dalam waktu dekat ini akan melantik struktur relawan untuk tingkat Sumatera Utara. Mereka juga akan membentuk struktur relawan di seluruh kabupaten/kota se-Sumatera Utara, untuk menghantarkan pasangan Edy-Ijeck memenangi Pilgub Sumut 2018.

“Kita relawan ini sudah siap berjuang tanpa pamrih. Kita dari seluruh kelompok, lintas partai, lintas organiasi ada semua. Termasuk dari berbagai daerah di sumut. Tak hanya di medan saja. Nanti tanggal 24 Februari 2018 akan pelantikan resmi,” tukasnya.

“Saat ini jaringan relawan kita ada sekitar 2000 orang. Kita akan arahkan agar relawan-relawan ini, mampu merekrut relawan lainnya. Sehingga kita targetkan, dari 300 ribu warga Tionghoa di Sumatera Utara, sepertiganya bisa kita arahkan untuk memenangkan Edy-Ijeck,” tambahnya.

Saat ini, lanjut Goh, mereka belum memiliki kontrak politik apapun dengan pasangan Edy-Ijeck. Dukungan yang mereka sampaikan murni untuk kepentingan Sumatera Utara yang lebih baik lagi.

“Belum ada (kontrak politik). Mungkin nanti setelah kita resmikan pelantikan relawannya. Tapi intinya kita berharap agar jika pasangan Edy-Ijeck menang, birokrasi di perbaiki, biar usaha bisa lancar. Premanisme bisa diberantas. Sekarang mengurus ijin memang sudah tanpa pungutan, cuma kita ingin terus diperbaiki, karena saat ini masih cenderung lama prosesnya. Kita ingin agar bisa cepat, agar investor bisa cepat datang,” tandasnya.

(Baca Juga: Begini Cara Enam Partai Pendukung Raih Suara Perempuan untuk Edy-Ijeck)

Sementara itu, Ijeck merasa bahagia etnis Tionghoa di Sumatera Utara mau mendukungnya bersama Edy Rahmayadi di putaran Pilgub Sumut 2018. Ijeck mengaku, etnis Tionghoa bukanlah etnis asing baginya. Karena dalam keluarga besarnya sendiri banyak yang berasal dari etnis Tionghoa.

“Hari ini Hati Emas menyatakan dukungannya. Mudah-mudahan dukungan ini semakin hari semakin bertambah, dan kawan-kawan di Hati Emas dapat menyampaikan kepada kawan-kawan yang lain untuk memantapkan pilihannya ke kita,”kata Ijeck.

Menjawab harapan para anggota Hati Emas terkait perbaikan birokrasi dan kepastian hukum, Ijeck mengaku hal tersebut telah menjadi prioritas mereka. Karena harapan itu juga menjadi harapan kebanyakan masyarakat Sumut lainnya.

“Saya paham betul soal masalah itu, dan itu harus segera diperbaiki kalau nanti kita dipercaya memimpin Sumatera Utara. Termasuk soal infrastuktur itu wajib, baik untuk pariwisata maupun untuk kegiatan perekonomian lainnya. Kalau infrastrukturnya buruk, bagaimana hasil bumi bisa dibawa untuk dipasarkan dengan harga yang baik. Bagaimana masyarakat kita bisa sejahtera dan bermartabat,” tandas Ijeck.

(Baca Juga: Cerita Ketua Perindo Sumut soal Edy Rahmayadi: Tak Kenal Maka Tak Sayang)

Sementara itu terkait persoalan kebhinekaan yang belakang ini sering dipertanyakan dan menyasar kelompok etnis Tionghoa, Ijeck menjawab santai. Menurut Ijeck, kebhinekaan adalah semangat yang dipegang oleh Edy Rahmayadi yang merupakan seorang patriot, serta dirinya yang juga telah terbiasa hidup berdampingan dengan kelompok etnis Tionghoa.

“Saya tidak perlu berjanjilah, tak perlu buat program khusus. Karena kebhinekaan itu kan harus dilakukan semua kita. Jadi semangat kita semua. Apalagi pak Edy yang merupakan seorang tentara. Dari dulu juga sebenarnya tidak ada masalah. Ini bukan karena saya mau ikut pilkada. Tapi karena pengalaman pribadi saya, yang lahir, bergaul, berusaha bahkan bersaudara dengan etnis Tionghoa sejak kecil,” tukasnya.

(Baca Juga: Edy-Ijeck Keliling Temui Tokoh-Tokoh Tanjungbalai)

“Jadi tidak usahalah ada pengkotak-kotakkan. Pilkada ini biasa. Dari dulu kita juga pilkada tidak ada bicara suku dan agama. Kenapa hari ini itu yang terlalu ditonjolkan. Saya yakin dan percaya masyarakat sudah bisa memilah bahwa pemimpin itu bukan untuk satu golongan, tapi untuk semuanya,” tutupnya.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya