Djarot Kalah di DKI dan Sumut, PDIP: Politik Identitas Benar-Benar Digunakan

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 28 Juni 2018 14:25 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 28 337 1915155 djarot-kalah-di-dki-dan-sumut-pdip-politik-identitas-benar-benar-digunakan-N4r1FXEKg9.jpg Djarot Saiful Hidayat dan Megawati (Heru/Okezone)

JAKARTA – Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus kalah dari Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah di Pilgub Sumatera Utara versi hitung cepat beberapa lembaga survei. Ini kekalahan kedua dialami Djarot setelah keok di Pilgub DKI Jakarta 2017. PDI Perjuangan menilai Djarot kalah karena permainan politik identitas.

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mempercayai Djarot maju di Pilgub Sumut 2018. Djarot sebelumnya ikut bertarung di Pilgub DKI berpasangan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Menang di putaran pertama, tapi keok di putaran kedua.

Ketua DPP PDIP, Hendrawan Supratikno menilai salah satu faktor kekalahan Djarot adalah karena permainan politik identitas. “Kami menilai politik identitas benar-benar digunakan untuk membangkitkan sentimen dan preferensi pemilih,” ujarnya kepada Okezone, Kamis (28/6/2018).

 

Saat Pilgub DKI, Ahok yang tersandung kasus penistaan agama menjadi sasaran serangan lawan politik. Djarot sebagai pasangannya ikut terdampak. Pasangan itu bahkan dihadang sana-sini oleh lawan politiknya saat kampanye. PDIP menilai pasangan itu jadi korban politik identitas.

Di Pilgub Sumut, kekalahan Djarot-Sihar dinilai juga dipengaruhi factor politik identitas. Tapi, Hendrawan tak bisa memastikan melaporkan ke Bawaslu atau tidak terkait hal itu. “Kita lihat nanti. Bawaslu tentu bisa lebih proaktif,” ujarnya.

Dia berharap politik identitas tak digunakan lagi dalam Pilkada maupaun Pemilu karena dianggap dapat membahayakan persatuan bangsa. “Kita semua berharap demokrasi kita yang sedang bersemi seyogyanya tidak dijejali isu SARA yang membahayakan persatuan anak bangsa,” tegas dia.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini