nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tak Bisa Ikut Pilgub Sumut, Puluhan Orang Demo Markas KPU

Wahyudi Aulia Siregar, Jurnalis · Selasa 03 Juli 2018 01:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 07 03 340 1916942 tak-bisa-ikut-pilgub-sumut-puluhan-orang-demo-markas-kpu-WqeeLGXYHl.jpg Demo di KPU Sumut (Wahyudi/Okezone)

MEDAN - Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kota Medan, didemo puluhan warga yang mengatasnamakan dirinya sebagai Aliansi Mahasiswa dan Rakyat Peduli Demokrasi (Amara Pedas), Senin (2/7/2018).

Mereka berdemo untuk menyampaikan kekecewaan mereka yang tidak dapat menyalurkan hak suaranya pada Pilgub Sumut 2018, lantaran persoalan administratif kepemiluan yang dinilai berantakan. Seperti tak terdistribusinya undangan memilih atau formulir C6 dengan baik. Selain itu, para mahasiswa juga tidak terfasilitasi dengan baik saat akan mengurus surat pindah memilih atau formulir A5.

"Kami kecewa karena yang membunuh hak kami untuk memilih adalah jajaran KPU sendiri," kata Koordinator Aksi Carter Sitanggang dalam orasinya.

Dalam aksinya massa membawa berbagai spanduk bertuliskan tuntutan mereka agar KPU Sumut bertanggung jawab atas banyaknya masyarakat yang tidak dapat memberikan hak suara karena ketidakberesan kinerja mereka.

"Kami menuntut agar KPU Sumut mengakomodir atau mengembalikan hak politik kami sebagai warga sumut untuk memilih gubernur dan wakil guberbur yang telah direnggut oleh PPK dan PPS," ujarnya.

Sebelumnya Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Utara mencatat tingkat partisipasi pemilih pada pemilihan gubernur dan wakil gubernur (Pilgub) Sumatera Utara 2018 mencapai 63,3 persen. Tingkat partisipasi itu menjadi yang tertinggi sejak Pilgubsu 2013 lalu.

Komisioner KPU Sumatera Utara, Yulhasni memaparkan, partisipasi pemilih di Pilgub 2018 yang mencapai 63,3 persen itu, naik 16 persen jika dibandingkan Pilgub Sumut tahun 2013 yang hanya 47 persen. Begitu juga jika dibandingkan dengan Pilgub 2008, dimana tingkat partisipasi pemilih hanya sekitar 64 persen.

"Jadi ada kenaikan yang cukup signifikan,"kata Yulhasni.

Yulhasni menyebutkan, ada beberapa faktor yang mendorong peningkatan partisipasi pemilih ini. Pertama adalah faktor semakin baiknya data pemilih akibat proses pencocokan dan penelitian yang dilakukan sebelum pemungutan suara berlangsung.

"Tentunya berkorelasi (DPT dan partisipasi). Karena penghitungan partisipasi masyarakat didapat dari pembagian jumlah DPT dengan jumlah pemilih yang menggunakan hak suaranya di TPS. Contohnya di Medan. Pada tahun 2015 jumlah pemilih mencapai 1.985.096 orang. Setelah diperbaharui di tahun 2018 menjadi 1.520.301 orang. Akibatnya partisipasi naik menjadi sebesar 58,38,% dibandingkan Pilkada Kota Medan sebelumnya yang hanya sebesar 25,8%,”terangnya.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini