Seorang petugas tampak membersihkan dengan menyikat bagian patung dari atas ketinggian 10 meter. Seusai dibersihkan patung tersebut ‘dimandikan’ dengan disemprot air dari mobil pemadam kebakaran.
Di lokasi lain, petugas membersihkan trotoar sisi barat Jl. Jenderal Sudirman. Sama seperti pembersihan patung Slamet Riyadi, trotoar dibersihkan juga dengan disikat. Petugas sibuk menyikat trotoar dengan menggunakan sabun dan kemudian disemprot air bersih.
Cara unik ini dilakukan petugas sekaligus dalam memperingati hari kasih sayang (valentine) serta Hari Ulang Tahun (HUT) ke-99 Damkar. “Sebagian besar masyarakat merayakan hari kasih sayang, kami pun coba ikut-ikutan. Tapi dengan membersihkan patung monumen para pejuang ini sebagai bentuk terima kasih,” kata Kepala Dinas Damkar Solo, Gatot Sutanto.
Gatot mengaku beberapa noda bekas oli di patung belum dapat dibersihkan. Diperlukan teknik khusus untuk membersihkannya. Noda bekas oli disebabkan tangan-tangan tidak bertanggung jawab. Untuk itu, dirinya mengimbau kepada masyarakat untuk turut berpartisipasi dengan tidak mengotori monumen bersejarah itu.
“Harapannya masyarakat bisa merawat dan menjaga, yaitu dengan tidak mengotori," pungkas Gatot.
(Rizka Diputra)