4 Negara Bentuk Rute Perdagangan Tandingan Jalur Sutra China

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis
Senin 19 Februari 2018 20:04 WIB
Para pemimpin negara menghadiri KTT OBOR di Beijing, China, pada Mei 2017 (Foto: Ng Han Guan/AFP)
Share :

SYDNEY – Australia, Amerika Serikat (AS), India, dan Jepang, dikabarkan tengah menggodok rencana membentuk jalur perdagangan sendiri guna menyaingi Jalur Sutra (One Belt One Road/OBOR) milik China. Langkah itu dilakukan demi menangkal pengaruh Negeri Tirai Bambu.

Rencana tersebut dilaporkan oleh harian Australian Financial Review dengan mengutip keterangan dari pejabat AS yang namanya dirahasiakan. Ia mengatakan, rute perdagangan itu masih sangat baru dan belum matang sehingga tidak akan diumumkan saat Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull bertandang ke AS.

Akan tetapi, ia memastikan bahwa proyek tersebut ada dalam agenda pembahasan antara Turnbull dengan Presiden Donald John Trump. Sumber itu mengatakan bahwa istilah yang lebih tepat dipakai untuk jalur perdagangan itu adalah ‘alternatif’ bagi OBOR alih-alih ‘rival’.

“Tidak ada yang mengatakan bahwa China tidak seharusnya membangun infrastruktur. China mungkin membangun pelabuhan, yang dengan sendirinya tidak layak secara ekonomi. Kami akan membuatnya lebih layak secara ekonomi dengan membangun jalan atau rel kereta api menuju pelabuhan tersebut,” ujar pejabat itu, mengutip dari Channel News Asia, Senin (19/2/2018).

Pihak Malcolm Turnbull, Menteri Luar Negeri Julie Bishop, dan Menteri Perdagangan Steven Ciobo tidak ada yang mau berkomentar mengenai rencana rute perdagangan tersebut.

Sementara itu, Jepang memiliki rencana untuk menggunakan dana bantuan pembangunan (ODA) untuk mendorong Arsitektur Kawasan Indo-Pasifik yang Terbuka dan Bebas termasuk di dalamnya adalah pembangunan infrastruktur berkualitas tinggi. Arsitektur kawasan Indo-Pasifik itu sudah diakui oleh AS dan dianggap sebagai tandingan bagi OBOR.

BACA JUGA: Presiden Jokowi Ingin Kemitraan ASEAN-India Ciptakan Stabilitas Kawasan Indo-Pasifik

One Belt One Road atau jalur sutera baru pertama kali diungkapkan oleh Presiden Xi Jinping kepada mahasiswa dalam kunjungan di Kazakhstan pada 2013. Jalur sutera baru itu diyakini dapat menjadi kendaraan yang membawa negara-negara Asia ke dalam peran yang lebih besar di dunia internasional.

BACA JUGA: Hadiri KTT Jalur Sutra, Presiden Jokowi Kedepankan Kepentingan Nasional

Sebagai pencetus, China akan membantu pendanaan serta pembangunan sistem transportasi global serta jalur perdagangan dengan lebih dari 60 negara. Negeri Panda menunjukkan keseriusannya dengan mengundang para pemimpin negara, termasuk Presiden Indonesia Joko Widodo, ke Beijing untuk mengikuti KTT OBOR pada Mei 2017.

(Wikanto Arungbudoyo)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya