Mensos Sebut Penyaluran Bansos PKH dan BPNT di Indonesia Timur Terkendala Teknis

Hambali, Jurnalis
Kamis 22 Februari 2018 01:31 WIB
Mensos Idrus Marham bersama jajarannya. (Foto: Hambali/Okezone)
Share :

TANGERANG SELATAN – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) menargetkan pada periode Februari 2018 merupakan proses akhir penuntasan penyaluran Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap I.

"Setelah kita melakukan rapat koordinasi dengan Komisi VIII (DPR RI) dan juga melakukan pertemuan dengan seluruh mitra kerja Kementerian Sosial, utamanya Himbara, maka kita sudah sepakat semua bahwa pada bulan Februari ini adalah tuntas bansos, dalam pengertian PKH tahap I harus selesai semua, termasuk Rastra dan BPNT," ungkap Menteri Sosial Idrus Marham usai menyerahkan bantuan PKH dan BPNT di Gedung Puspiptek, Serpong, Tangerang Selatan, Rabu 21 Februari 2018.

Kendati demikian, jelas Idrus, masih ada beberapa daerah di wilayah Indonesia Timur yang mengalami hambatan berupa kendala teknis, baik dalam pendataan maupun penyaluran bantuan. Sehingga di wilayah-wilayah tersebut akan dilakukan penanganan berbeda.

(Baca: Mensos Serahkan Bantuan PKH dan BPNT ke 8.582 Keluarga di Tangsel)

"Jadi memang begini, ada beberapa daerah masih ada kendala-kendala. Misalkan masalah komunikasinya, dalam pengertian misalnya sinyal, makanya nanti kita komunikasikan dengan Kominfo. Kemudian masalah transportasi, di daerah terpencil di daerah Timur seperti NTT, Papua, maka perlu cara tersendiri. Tapi tetap, itu akan kita selesaikan," tambahnya.

Saat ini, Keluarga Penerima Manfaat (PKM) dari program bantuan pemerintah mencapai 10 juta jiwa. Kemensos sendiri telah menargetkan peningkatan bagi penerima bantuan menjadi 15 juta keluarga pada 2019. Namun, saat ini rencana tersebut masih tahap proyeksi pengkajian seberapa jauh program tersebut bisa berjalan efektif.

(Hantoro)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya