JAKARTA - Indonesia menyambut baik hasil positif dari pertemuan antara Pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un dengan utusan khusus Presiden Korea Selatan yang berlangsung pada 5-6 Maret 2018. Kunjungan dua hari tersebut memberikan harapan baru bagi terwujudnya perdamaian di Kawasan Semenanjung Korea.
BACA JUGA: Pertama Kalinya, Kim Jong-un Temui Pejabat Korea Selatan
"Pemerintah Indonesia mendukung sepenuhnya upaya-upaya ke arah perbaikan dalam hubungan antar kedua Korea, termasuk khususnya rencana penyelenggaraan Pertemuan Tingkat Tinggi di antara kedua pemimpin Korea pada bulan April," demikian pernyataan Pemerintah RI dalam pernyataan pers yang diterima media, Rabu (7/3/2018).
Pemerintah Indonesia konsisten pada pendiriannya mengenai pentingnya Kawasan Semenanjung Korea yang bebas senjata nuklir. Karena itu, Pemerintah Indonesia menyerukan kepada semua pihak untuk bekerjasama ke arah tersebut.
Dalam pertemuan dengan delegasi Korsel, Kim Jong-un menyampaikan keinginan kuatnya untuk memperbaiki hubungan antara Korea Utara dan Selatan. Pemimpin muda Korut itu bahkan dilaporkan sempat menyinggung soal kemungkinan reunifikasi kedua negara.
Kedua belah pihak juga membahas mengenai rencana pertemuan puncak antara pemimpin kedua Korea pada April mendatang.
BACA JUGA: Bertemu Delegasi Korsel, Kim Jong-un Ungkap Niat Tulis Sejarah Baru Reunifikasi
Hubungan antara Korea Utara dan Selatan mulai menghangat sejak awal 2018 saat Kim Jong-un menyatakan kesediaannya untuk melakukan pembicaraan dengan tetangganya dalam pidato Tahun Barunya. Pernyataan itu kemudian ditindaklanjuti dengan keikutsertaan Korut dalam Olimpiade Musim Dingin di Pyeongchang bulan lalu.
(Rahman Asmardika)