AHY menjelaskan, dengan adanya presidential threshold 20%, dipastikan setiap parpol tidak bisa mengusung calonnya sendiri, melainkan harus berkoalisi dengan parpol lainnya agar PT 20% itu terpenuhi.
"Demokrat berdasarkan Pemilu 2014 yang lalu, maka hanya ada sekitar 10 koma sekian persen. Artinya membangun koalisi adalah sebuah keniscayaan. Perlu kita tunggu dengan siapa koalisi itu, kapan momentum untuk di deklarasi dan yang lebih penting bagi kami sebetulnya bukan pada posisi apa yang bisa kita dapatkan, tetapi peran seperti apa untuk masyarakat bangsa dan negara," terangnya.
AHY sendiri kini hanya fokus berkomunikasi dengan semua parpol guna mendapat mitra koalisi terbaik. Sebab, ia melihat ke depan akan banyak momentum politik. "Tetapi semua masih mungkin dan bagi saya adalah kami Demokrat akan terus mempersiapkan diri dengan berbagai skenario," ungkap dia.
(Baca: Bertemu AHY, Wiranto: Kita Membicarakan Situasi Politik Nasional)
Diberitakan sebelumnya, Ketua Divisi Komunikasi Publik Partai Demokrat, Imelda Sari, menganggap munculnya nama Cak Imin dan AHY dalam poros ketiga disebut sebagai terobosan politik. Namun, ia menilai kemunculan nama tersebut mesti melewati uji publik terlebih dahulu melalui survei.