JAKARTA - Memasuki musim kemarau pada bulan April hingga September, Ketua Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati meminta pendaki gunung agar tidak membuang puntung rokok dan api unggun di gunung.
Dwi mengatakan hal tersebut agar terhindarnya kebakaran hutan dan lahan, untuk itu para pendaki gunung atau siapapun untuk tidak membuang puntung rokok serta membuat api unggun.
"Antisipasinya banyak imbauan dan pendaki gunung jangan buang sembarang puntung rokok," katanya di gedung BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).
(Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Mulai Terjadi April 2018)
Selain itu, Dwi juga meminta kepada para petani untuk menyesuaikan pola tanaman yang sesuai di musim Kemarau, pasalnya pada musim kemarau akan lebih tinggi kekeringan dan ketersediaan air.
"Pola tanam disesuaikan musim kemarau, agar jangan sampai produk gagal karena kekeringan dan soal ketersediaan air sangat terbatas," ungkapnya.
(Baca juga: Indonesia Masuki Musim Kemarau, BMKG: Waspadai Karhutla & Kekeringan)
Selanjutnya, di musim kemarau, masyarakat harus dapat menjaga kesehatan, sehingga masyarakat yang rentan dengan dehidrasi dapat teratasi
"Tentang kesehatan, usia rentan jangan sampai dehidrasi," tutupnya.