JAKARTA - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprediksi pada bulan April akan memasuki musim kemarau di seluruh wilayah Indonesia.
Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, meski kemarau terjadi pada bulan April mendatang namun curah hujan masih terjadi sekira 55 Mili meter perbulan masih saja terjadi dibeberapa wilayah.
"Artinya bulan Maret ini telah memasuki musim hujan berarti Maret ini masih menenggah dan tinggi curah hujannya, namun April ini curah hujan semakin rendah. Dalam satu bulan bisa mencapai 55 mm," katanya di Kantor BMKG, Jalan Angkasa, Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (15/3/2018).
Dwi menerangkan, pada awalnya musim kemarau terjadi di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Bali kemudian melebar ke beberapa wilayah lainnya.
"Jadi Mei mulai meluas kemarau nya tidak di Nusa Tenggara tapi di Jawa dan Papua pojok selatan. Sementara Sumatera juga udah masuk kemarau meskipun tidak serendah Nusa Tengggara," ungkapnya.
(Baca juga: BMKG Prediksi Musim Kemarau Mulai Terjadi April 2018)