JAKARTA - Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) menampik eksekusi mati Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madura, Jawa Timur Muhammad Zaini Misrin Arsyad oleh pemerintah Arab Saudi tanpa pemberitahuan sebelumnya. Ia menyebut pemerintah Indonesia selalu memonitor hal tersebut lantaran kasus ini sudah bergulir selama 14 tahun.
Selain itu, pemerintah juga telah mengadakan pertemuan dengan otoritas setempat sebanyak puluhan kali. Bahkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga telah beberapa kali melakukan diplomasi kepada Raja Salman.
"Ya tentu kita minta penjelasan kepada mereka kenapa terjadi. Tapi seperti Anda tahu, itu puluhan kali pertemuan tentang ini. Jadi, bukan tanpa pemberitahuan. Ini masalah sudah lebih dari 14 tahun pengadilannya, jadi bukan hal yang baru. Pemerintah sudah berusaha," katanya di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (20/3/2018).
(Baca Juga: JK Janji Bela TKI yang Terancam Hukuman Mati)
JK meminta semua pihak dapat memahami hukum yang berlaku di Arab Saudi dan berkaca pada sistem hukum yang ada di Tanah Air. Pasalnya, Indonesia juga masih mengadopsi praktik hukuman mati kepada pelaku tindak pidana.