nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Payung Hitam untuk Tuty Tursilawaty, Ramai-Ramai Kecam Hukuman Mati TKI

Herman Amiruddin, Jurnalis · Kamis 01 November 2018 17:43 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 11 01 340 1972090 payung-hitam-untuk-tuty-tursilawaty-ramai-ramai-kecam-hukuman-mati-tki-FP4sVcHzdV.jpg Acara kemisan di Makassar (Foto: Herman Amiruddin/Okezone)

MAKASSAR - Komite Perlindungan Jurnalis dan Kebebasan Berekspresi kembali menggelar Aksi Kamisan di Jalan Jendral Sudirman, Monumen Mandala Makassar, Kamis (1/11/2018)

Dengan payung hitam sebagi simbol berduka cita, mereka menyampaikan pernyataan sikap terkait kematian Tuty Tursilawaty tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Majalengka yang dihukum mati di Arab Saudi.

Massa aksi kamisan menyampaikan beberapa pernyataan sikap melalui orasinya. Mereka menyampaiakan agar pemerintah Indonesia hadir dan mencari tahu kematian TKI tersebut.

"Negara harus hadir untuk mencari tahu apa yang terjadi. Apa penyebab kematian TKI Indonesia yang dilakukan pemerintah Arab Saudi," kata Koordinator Lapangan Hendra dalam orasinya.

Selain itu kata Hendra, anehnya eksekusi mati terhadap Tuty tanpa ada notifikasi dari pemerintah Arab Saudi kepada kepada Pemerintah di Indonesia.

Padahal kasus yang menimpa Tuty telah lama terjadi sejak 2009. Menurut Hendra, selama bekerja di Arab Saudi, Tuty mendapat pelecehan seksual dari sang majikan pada 11 Mei 2010.

(Baca Juga: Tuti Tursilawati, Eksekusi Mati dan Hafalan 12 Juz Alquran)

"Tak dengan perlakuan majikannya, Tuty melawan. Ia membela diri dengan tongkat yang menimbulkan kematian terhadap majikannya," kata Hendra kepada Okezone diselah-selah aksi Kamisan.

Takut, Tuty melarikan diri. Dalam pelariannya Tuty justru kembali mendapat musibah. Parahnya lagi, kata Hendra saat dalam pelariannya itu Tuty kembali diperkosa oleh 9 orang di Arab Saudi.

Hakim setempat menjatuhkan hukuman mati terhadap Tuty. Kini kabarnya masih ada belasan TKI atau TKW menanti nasib yang sama seperti menimpa Tuty.

Olehnya itu massa aksi kamisan mengecam eksekusi mati yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap Tuty. Dan meminta pemerintah Indonesia mengirim surat protes ke pemerintah Arab Saudi atas eksekusi mati tapa notifikasi ke Indonesia.

(Baca Juga: TKI Tuti Dieksekusi Mati Arab Saudi Tanpa Pemberitahuan pada Pemerintah Indonesia)

"Merespon kabar duka itu kami dari berbagai elemen masyarakat kembali menggelar aksi untuk menyampaikan kepada pemerintah Indonesia. Terkhusus kementerian luar negeri yang terkesan tidak mempedulikan nasib Tuty," tandas Hendra.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini