"Tapi, setelah saya lihat bahwa dengan adanya keterangan Ahmad (Muhammad Nur, orang suruhan Irvanto), maka saya meyakinkan bahwa ini pasti dari uang e-KTP," ucap dia.
Tak hanya itu, Setnov juga membeberkan peran keponakannya sendiri dalam proyek e-KTP. Salah satunya adalah menjadi kurir uang ke sejumlah anggota dewan. Sebab, ia dijanjikan mendapatkan imbalan berupa keterlibatan dalam proyek senilai Rp5,9 triliun itu.
Dalam sidang pemeriksaan terdakwa, Setnov cukup mengungkap banyak hal. Antara lain, aliran uang ke Pramono Anung dan Puan Maharani. Lalu, aliran uang ke pimpinan Komisi II DPR dan Badan Anggaran (Banggar) DPR serta pengakuan penerimaan jam tangan Richard Mille dari Johannes Marliem.
(Arief Setyadi )