Baku Tembak dengan TNI, Kodam Cendrawasih: Ini Realisasi Penyataan Perang KKSB

Saldi Hermanto, Jurnalis
Selasa 03 April 2018 15:28 WIB
Ilustrasi
Share :

TIMIKA - Kodam/XVII Cenderawasih akhirnya buka suara terkait aksi kontak tembak dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) yang terjadi di Kampung Banti 1, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua pada Minggu 1 April 2018 yang mengakibatkan satu anggota TNI dari Yonif 751/Raider atas nama Pratu Vicky Rumpaisum gugur di medan tempur.

"Dari kejadian kontak tembak tersebut pihak TNI satu orang atas nama Pratu Vicky Rumpaisum asal dari Sorong Papua gugur sebagai Kusuma Bangsa," kata Kapendam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi dalam keterangan tertulis yang diterima awak media di Timika, Selasa (3/4/2018).

Dijelaskan Aidi, pasca pembakaran rumah sakit di Kampung Utikini oleh kelompok KKSB, TNI-Polri berkoordinasi untuk melakukan aksi penindakan. Dimana sebelumnya dilaporkan bahwa KKSB selain membakar rumah sakit, gedung sekolah SD dan SMP juga membakar sejumlah rumah warga.

(Baca Juga: Terjadi Baku Tembak di Papua, 1 Anggota TNI Dilaporkan Tewas dan Belum Bisa Dievakuasi)

Selanjutnya KKSB menduduki sejumlah kampung di Distrik Tembagapura, antara lain Kampung Utikini, Longsoran, Kimbeli, Banti 1 dan Banti 2 serta Opitawak.

"Mungkin ini adalah realisasi dari ultimatum KKSB yang sebelumnya disiarkan di berbagai media bahwa mereka menyatakan perang terhadap TNI-Polri," jelasnya.

Sebagai keterangan bahwa pasca peristiwa penyanderaan di Kampung Utikini, Banti dan Kimbeli terhadap masyarakat yang berjumlah sekitar 1.300 orang pada bulan November 2017, seluruh warga pendatang baik orang asli Papua maupun warga non Papua telah mengungsi dan tidak ada lagi yang kembali ke kampung tersebut. Dan saat ini yang tinggal hanyalah penduduk asli setempat.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya