Mendapatkan masukan tersebut, Gus Ipul menerima dengan tangan terbuka. Menurutnya, pihaknya telah lama merencanakan regulasi tersebut kepada perusahaan. "Kami telah membagi penanganan perempuan dan anak berdasar tiga kelompok," ujar Gus Ipul ketika ditemui di sela acara.
(Baca juga: Seniman Lawak Jawa Timur Anggap Gus Ipul Layak Jadi Gubernur)
Pertama, perempuan yang tidak mempunyai masalah. Pihaknya akan mendorong pelaksanaan pemberdayaan perempuan mulai bidang sosial politik hingga ekonomi. "Kami ingin mendorong lebih banyak lagi kaum perempuan yang berdaya khususnya di bidang ekonomi," urai Gus Ipul.
Menurutnya, saat ini Jawa Timur merupakan salah satu provinsi yang memiliki kebijakan sekaligus dukungan anggaran cukup besar untuk pengembangan ekonomi oleh perempuan. "Hasilnya, 52 % bidang ekonomi kreatif di Jatim justru dikembangkan oleh perempuan," ulas Wakil Gubernur Jatim yang sedang cuti ini.
Kedua, perempuan yang rentan menghadapi masalah resiko tinggi. Pihaknya akan menggandeng LSM untuk memberikan pendampingan kepada perempuan. "Perlindungan ini di antaranya diberikan kepada beberapa kelompok perempuan yang telah terjerumus ke beberapa masalah, di antaranya prostitusi," lanjutnya.
Ketiga, pihaknya juga memberikan perhatian khusus kepada para perempuan pekerja. Utamanya dalam memenuhi hak untuk bayi-bayi para pekerja. "Saat ini memang sudah ada peraturan cuti hamil selama tiga bulan. Para pekerja merasa itu kurang cukup," kata Gus Ipul.