BATAM - Khairun Ihsanuddin, salah seorang penumpang kapal yang mengalami kecelakaan di Perairan Batu Putih, Johor, Malaysia, Kamis (19/4/2018) dini hari mengaku mengapung di laut selama 6 jam. Kondisi yang gelap dan air laut yang cukup dingin membuat ia dan ratusan korban lainnya ketakutan dan lemas.
"Kejadiannya sekitar Pukul 03.00 subuh dan kami baru diselamatkan jam 09.00 pagi sama orang kapal ini (sembari menunjuk ke arah kapal KP Baladewa yang mengangkutnya)," ujarnya saat ditemui di pelabuhan Batu Ampar sesaat sebelum dibawa ke Kantor Ditpolairud Polda Kepri, Pukul 14.20 WIB.
Udin, sapaan akrab Khairun Ihsanuddin mengatakan, dirinya bersama dengan penumpang lain berangkat dari Pelabuhan Rakyat Kota Tinggi, Johor, Malaysia menuju Batam. Maksud dan tujuan keberangkatan tersebut yakni untuk pulang ke kampung halaman di Lombok Timur. Namun, setibanya di Perairan Batu Putih, kapal jenis speed boat dengan 4 mesin kapasitas 200 PK yang membawanya kehabisan bahan bakar hingga mesin kapal mati.
"Selain saya dan kawan, ada tekong juga. Dan waktu kapal mati, tekong langsung loncat ke laut. Kami ikut loncat juga," katanya.
(Baca juga: Usai Mengapung Berjam-jam, Korban Kecelakaan Kapal Tiba di Batam)
Ia mengaku sempat ketakutan dengan kondisi laut yang sangat gelap. Selain itu, beberapa korban lainnya juga membawa serta istri dan anak. "Perempuan dan anak-anak di atas kapal. Dan kapal bocor, jadi ada juga sebagian teman yang menimba air," katanya lagi.
Udin mengatakan, ia dan ratusan penumpang lainnya merupakan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja menggunakan visa pelancong di Malaysia. Mereka berasal dari berbagai daerah seperti Lombok Timur, Lombok Tengah, Cilacap dan juga Flores, Nusa Tenggara Barat (NTB). "Saya kerja di kebun sawit di sana (Johor, Malaysia). Kami mau pulang kampung lewat Batam melalui tekong ini," katanya.
Saat ini, lanjut Udin, pihak keluarganya di kampung masih belum mengetahui kejadian yang menimpa dirinya dan ratusan korban lain. Ia berharap agar bisa segera pulang ke kampung halaman dan berkumpul bersama keluarga. "Semoga saya bisa segera pulang ke kampung. Kasihan juga istri saya sudah menunggu," ujarnya.
Usai diselamatkan oleh tim Korpolairud Baharkam Mabes Polri menggunakan KP Baladewa langsung dibawa ke Kantor Ditpolairud Polda Kepri di Sekupang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Mereka dibawa menggunakan dua bus dan truk milik Polda Kepri.
(Qur'anul Hidayat)