Jika Menang Pemilu Malaysia, Mahathir Jadi Perdana Menteri Tertua di Dunia

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis
Rabu 09 Mei 2018 11:51 WIB
Mahathir Muhamad (foto: reuters)
Share :

KUALA LUMPUR – Rakyat Malaysia hari ini, Rabu (9/5/2018) akan menetukan siapa pemimpin negara selanjutnya. Mereka akan berbondong-bondong menuju bilik suara untuk berpartisipasi dalam pemilihan umum.

Pertarungan Mahathir dengan Najib ibarat per tarungan guru dengan murid. Walaupun demikian, per ta rungan ini sarat emosional, karena satu sama lain berambisi saling me nyingkirkan. Per ta rungan semakin menarik ka rena Mahathir mendapat dukungan dari mantan musuh politiknya, Anwar Ibrahim.

Mahathir yang pernah menjabat sebagai PM keempat Ma laysia selama 22 tahun (1981-2003) kembali mencalonkan diri kare na kepriha tinannya atas kon disi Malaysia di ba wah kepe mim pin an Najib dalam empat ta hun ter akhir. Dia menganggap kawan politiknya itu dianggap sudah tidak lagi sejalan. Mahathir dan Najib memang bukanlah orang yang baru saling kenal.

Hubungan keduanya sangat dekat. Saat Ma ha - thir masih menjadi bagian dari Partai UMNO yang didirikannya pada 1946, Najib menjadi anak di dikkesayngannya. Dengan pendidikan ting gi dan ke turunan ke luarga politik, karier Na jib lang sung melejit. Namun, keakraban yang dibangun selama bertahun tahun putus akibat skandal per usahaan milik negara 1MDB yang dikepalai Najib.

Sejak 2015, Mahathir yang lengser dari kursi PM pada 2003 meng kritik keras 1MDB beserta Na jib, juga UMNO. Dia memper tanyakan se tiap detail skandal yang menimpa 1MDB dan Najib. Sekalipun Mahathir me rupakan politikus senior, pembina di UMNO, dan gurunya, Najib tidak rela harga dirinya diinjak. Dia berulang kali me nepis tuduhan korupsi dan mengatakan bahwa uang miliaran ringgit yang diterimanya berasal dari donatur asing di Timur Tengah.

Namun, pernyataan itu membuka kecurigaan baru. Mahathir akhirnya keluar dari UMNO yang memilih mem bela Najib. Upayanya un tukmem bawa perubahan tidak ber henti di situ, dengan mendiri kan Parti Pribumi Bersatu Ma laysia (PPBM) untuk melawan Najib dan UMNO yang tergabung dalam koalisi Barisan Na sio nal (BN).

Dia kini menjadi oposisi terkeras pe me rintah. Pemimpin oposisi Anwar juga menyatakan dukungan terhadap Mahathir dari ruang perawatan di rumah sakit (RS). “Saya meminta Anda sekalian mendukung Mahathir dan perubahan yang akan dibawanya,” ujarnya, dikutip Reuters.

Musuh Mahathir Berbalik Mendukung

Mahathir dan An war me nyatukan suara untuk mengakhiri dominasi ke kua saan UMNO. Keputusan yang dikeluarkan Anwar cukup me nge jutkan. Pasalnya, Anwar sendiri merupakan musuh keras Mahathir sejak 1998 atau sesaat setelah Anwar dipecat sebagai wakil PM oleh Mahathir. Dia sempat memimpin demonstrasi besar di Kuala Lumpur pada September 1998 untuk memakzulkan Mahathir.

Anwar ditangkap dan di dakwa korupsi serta sodomi. Dia meng anggap penjeblosannya ke penjara sarat dengan motif politik dan mencurigai Mahathir sebagai dalangnya. Sejak dibebaskan pada 2004, Anwar masih menyimpan dendam terhadap Mahathir. Dia juga menjadi oposisi paling keras yang menentang pemerintah.

Bagaimanapun, berkebalikan dengan kisah Ma ha thir dan Najib, Anwar justru ber hasil memulihkan hubungan baik dengan Mahathir. Me reka berja bat tangan pada 2016. ke duanya melupakan per selisihan masa lalu, menyusul terbentuknya kesamaan misi yakni menghentikan ambisi Najib dan UMNO dari kekuasaan.

Selama sebulan ini, Anwar berbaring di RS karena mengalami cedera bahu. Dia masih men dekam di balik jeruji besi dan akan terbebas 8 Juni mendatang. “Mahathir membuk tikan kegigihannya, meminta maaf, dan mengorbankan waktu dan energi demi mem bangkitkan martabat bangsa dan negara,” kata Anwar.

Foto Mahathir juga di larang dipa jang karena seng keta legalitas partai. Mahathir menilai aksi Komisi Pemilihan itu mem buk tinkan dia merupakan kekuatan yang mengancam dominasi UMNO, BN, dan Najib. “Ini adalah sesuatu yang aneh. Apa tujuannya? Saya tadinya dilarang berkampanye, tapi saya tidak peduli dilarang atau tidak. Ini tidak sesuai dengan undangundang,” ungkapnya.

Menginjak Usia 93 Tahun 

Komisi Hak Asasi Manusia Malaysia, SUHAKAM, meng imbau panel pemilu untuk menghindari partisan dan selektif. Mereka juga meminta transparansi. “SUHAKAM meyakini tingkat keadilan dipengaruhi oleh diskualifikasi kandidat secara tak jelas dan penyebaran uang dan hadiah,” bunyi pernyataan organisasi tersebut. Dalam blog pribadinya, Najib menyatakan sistem elek toral Malaysia transparan.

Dia juga mengimbau petugas pemilu menjalankan tugas dengan bertanggung jawab. Ribuan warga Malaysia sudah mulai mudik untuk ikut serta dalam pemilu, sementara para pe milih di luar negeri akan memilih melalui jalur surat pos. Jumlah penduduk Malaysia mencapai 32 juta dengan etnis yang beragam, mulai Melayu, China, hingga India. 

Mahathir dan Najib menyampaikan pidato terakhir malam kemarin sebelum pemungutan suara dibuka pada pukul 07.00 hari ini. Najib sangat optimistis dapat meraup suara besar dan keluar sebagai peme nang. “Basis politik kami masih kuat. Kami masih memiliki kekuatan. Karena itu, saya percaya diri,” kata Najib. 

Dalam usianya yang akan meng injak 93 tahun, Mahathir akan menjadi kepala ne gara tertua di dunia jika terpilih. Dia dilaporkan hanya akan memegang kekuasaan be berapa tahun sebelum diserahkan kepada An war. Namun, berita itu tidak dapat diverifikasi.

(Rahman Asmardika)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya