JAKARTA – Rekaman video pendaki Gunung Merapi mengalami erupsi beredar di media sosial.
Salah satunya diunggah oleh Juru Bicara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugrowo di akun Twitternya.
Dalam video itu terlihat sejumlah pendaki sedang memasak dekat puncak Gunung Merapi. Salah seorang dari mereka merekam rekannya yang sedang memasak. Kemudian ia mengarahkan ponselnya ke arah puncak Gunung Merapi. Tampak asap kelabu sudah keluar dari Gunung Merapi.
Sutopo dalam keterangannya menjelaskan, “Sekitar 160 orang pendaki saat berada di bawah puncak kawah Gunung Merapi saat terjadi erupsi. Saat ini semua pendaki dievakuasi. Tidak ada korban jiwa. Jalur pendakian Gunung Merapi ditutup untuk sementara waktu.”
Sekitar 160 orang pendaki saat berada di bawah puncak kawah Gunung Merapi saat terjadi erupsi. Saat ini semua pendaki dievakuasi. Tidak ada korban jiwa. Jalur pendakian Gunung Merapi ditutup untuk sementara waktu. pic.twitter.com/SdyIK56Tkj
— Sutopo Purwo Nugroho (@Sutopo_PN) 11 Mei 2018
Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam rilisnya, menyebutkan gempa akibat erupsi Gunung Merapi terjadi selama 5 menit dengan ketinggian kolom erupsi mencapai 5.500 m di atas puncak.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi bersifat freatik artinya dominasi uap air. Erupsi berlangsung satu kali dan tidak diikuti erupsi susulan. “Sebelum erupsi freatik ini terjadi, jaringan seismik G, Merapi tidak merekam adanya peningkatan kegempaan,” demikian isi rilis tersebut.
Namun demikian, sempat teramati peningkatan suku kawah secara singkat pada pukul 06:00 WIB (sekitar 2 jam sebelum erupsi).
Pasca erupsi, kegempaan yang terekam tidak mengalami perubahan dan suhu kawah mengalami penurunan. “Masyarakat diimbau untuk tetap tenang.”