"Golkar juga tidak akan memilih Airlangga. Selain karena elektabilitasnya kecil, terlalu elitis," jelas Ujang.
Terkait hal tersebut, Yahya berujar bahwa survey merupakan salah satu cara dari sekian banyak pertimbangan dalam menentukan cawapres. Selain survey, ada unsur lainnya yang mesti diperhatikan, yakni dukungan partai, chemistry, dan faktor memperkuat kepemimpinan.
"Kebersamaan Jokowi dan Airlangga menunjukkan kedekatan dan kecocokan," pungkas Yahya.
(Fiddy Anggriawan )