"Semua korban baik yang selamat dan yang meninggal dunia dilarikan ke Rumah Sakit AK Gani," katanya.
Sementara itu, Iwan (38) ABK speedboad Rahendi mengatakan, kejadian berawal saat speedboat mereka melaju dermaga 10 ulu menuju Bakangdam.
"Kami mau ngantar penumpang, tiba di dekat Ampera, bersenggolan dengan getek hingga terbalik," jelasnya.
Sementara itu, Direktur Polisi Air (Dirpolair) Polda Sumsel Kombes Imam Thabroni kepada wartawan membenarkan kejadian laka air yang menyebabkan korban jiwa tersebut. Sebanyak 2 korban tewas, 21 selamat dan 2 orang lagi belum ditemukan.
"Sekarang tim gabungan masih melakukan pencarian," singkatnya.
(Awaludin)