5 Fakta Tentang Razan Al-Najjar, Perawat Palestina yang Dibunuh Tentara Israel di Gaza

Rahman Asmardika, Jurnalis
Minggu 03 Juni 2018 13:15 WIB
Razan al-Najjar. (Foto: Twitter)
Share :

GAZA – Kekejaman tentara Israel kembali memakan korban setelah pada Jumat menyebabkan kematian seorang perawat perempuan di dekat pagar perbatasan Gaza. Kematian Razan Ashraf Al-Najjar mengundang kemarahan dunia internasional yang telah mengecam tindakan brutal pihak Israel terhadap demonstran Palestina sejak dimulainya demonstrasi besar-besaran akhir April lalu.

Menurut kererangan saksi mata, Razan ditembak di dada saat dia menolong korban luka dalam demonstrasi Jumat lalu. Sedikitnya 100 demonstran Palestina terluka dalam unjuk rasa pekan ini, termasuk 40 orang yang terkena tembakan peluru hidup, tetapi hanya satu korban tewas yaitu Razan.

Tewasnya Razan mendapat reaksi keras dari dunia internasional terhadap Israel dan duka mendalam bagi rakyat Palestina. Perempuan cantik itu bekerja sebagai tenaga medis yang seharusnya tidak boleh menjadi sasaran dalam konflik.

Berikut beberapa fakta mengenai penembakan Razan Al-Najjar.

Razan bekerja keras selama 13 Jam sehari untuk merawat korban luka di perbatasan Gaza


Sebagai tenaga medis sukarela, Razan bekerja sepanjang waktu untuk memberikan bantuan bagi para korban yang luka-luka. Foto-foto yang beredar memperlihatkan perempuan berusia 21 tahun itu merawat orang yang luka-luka, kegiatan yang dilakukannya sampai dia ditembak oleh tentara Zionis.

"Tugas saya adalah memberikan pertolongan pertama kepada yang terluka sampai mereka mencapai rumah sakit," kata Razan New York Times. Razan menjelaskan bahwa dia membantu merawat 70 korban luka-luka selama 13 jam dari pukul 7 pagi sampai 8 malam setiap harinya.

Razan sempat dirawat oleh beberapa tenaga medis di tenda yang digunakannya untuk membantu para korban setelah dia ditembak. Sayangnya mereka tidak berhasil menyelamatkan nyawa Razan.

Razan ditembak saat menolong dan mengevakuasi korban dari demonstrasi


Menyusul kematian petugas medis di Gaza, Israel menyatakan akan melakukan penyelidikan atas insiden ini. Dalam pernyataannya, pejabat Israel mengatakan tembakan yang dilepaskan ditujukan ke sebuah kendaraan militer yang ada di lokasi dan menekankan tentaranya bertindak sesuai aturan yang berlaku dan menyalahkan Hamas atas kejadian tersebut.

“IDF (Pasukan Pertahanan Israel) terus bekerja untuk menarik pelajaran operasional dan mengurangi jumlah korban di area pagar keamanan Jalur Gaza. Sayangnya, organisasi teror Hamas dengan sengaja dan metodis menempatkan warga sipil dalam bahaya, ” demikian pernyataan dari Tel Aviv.

Namun, saksi mata mengatakan Razan ditembak saat menolong dan membantu mengevakuasi demonstran yang terluka di sebelah timur Khan Younis. Razan juga mengenakan pakaian yang mengidentifikasi bahwa dirinya adalah seorang petugas medis pada saat itu.

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita News lainnya